Kobarnews.id, SERANG – Proses seleksi calon Direksi dan Komisaris di tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Banten disorot karena disebut menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah. Seleksi tersebut hingga kini masih berjalan.
Jika biaya seleksi di setiap BUMD mencapai Rp 200 juta-Rp 250 juta, total anggaran untuk proses seleksi tiga BUMD diperkirakan mencapai Rp 600 juta-Rp 750 juta.
Namun, Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Deden Apriandhi yang juga Ketua Panitia Seleksi (Pansel) belum mengungkapkan secara rinci besaran biaya yang telah dikeluarkan.
Deden mengarahkan pertanyaan mengenai anggaran seleksi kepada sekretariat Pansel.
“Bisa tanya ke sekretariat ya,” kata Deden kepada media di sela aktivitasnya.
Dia mengatakan informasi lebih detail mengenai pembiayaan seleksi tersedia di sekretariat Pansel.
“Mau tahu jawaban dari enam pertanyaan itu kan? Lebih detail ada di sekret,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan (Ekbang) Provinsi Banten Ismail membenarkan biaya seleksi dibebankan kepada masing-masing BUMD.
“Itu masing-masing BUMD,” kata Ismail.
Menurut Ismail, biaya tersebut digunakan untuk menunjang kebutuhan selama proses seleksi, termasuk konsumsi dan fasilitas lainnya.
“Karena bentuknya fasilitas saja. Mamin dan lain-lain,” ujarnya.
Ismail mengaku tidak mengetahui secara pasti nominal anggaran yang telah dikeluarkan.
“Gak hapal,” katanya.
Dia menyebut masing-masing BUMD mengetahui secara detail penggunaan anggaran tersebut.
“Yang tahu masing-masing BUMD pengeluarannya,” ujarnya.
Tiga BUMD Ikuti Seleksi
Tiga BUMD yang mengikuti proses seleksi tersebut yakni PT Banten Global Development (BGD), PT Agrobisnis Banten Mandiri (Perseroda), dan PT Penjaminan Kredit Daerah Banten (Jamkrida).
Proses seleksi masih berlangsung. Per 21 Agustus 2026, Deden mengatakan belum menerima hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) calon Direksi dan Komisaris dari tim penguji.
“Belum,” kata Deden saat ditanya wartawan mengenai hasil UKK.
Ismail mengatakan hasil UKK masih diproses oleh tim penguji. Pansel diharapkan menerima hasil tersebut pada pekan berikutnya.
Setelah hasil UKK diterima, Pansel akan menyaring kandidat menjadi tiga besar untuk posisi Direksi dan Komisaris. Selanjutnya, nama-nama tersebut akan diajukan kepada Gubernur Banten Andra Soni.
Hingga berita ini ditulis, Direktur PT BGD Ahmad Fathoni Segia, Plt Direktur PT ABM Babar Suharso, dan Direktur Jamkrida Banten Nizar belum memberikan keterangan terkait besaran biaya seleksi calon Direksi dan Komisaris tiga BUMD Banten tersebut. (Haris)




