kobarnews.id
Rabu, 16 September 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Banten
  • Rangkasbitung
  • Kabupaten Lebak
  • Kabupaten Pandeglang
  • Pemkab Lebak
  • Video viral
  • Gempa NTT
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahPemerintahanViral

Tak Punya Sumur Bor, 12 Kampung di Patia-Sukaresmi Pandeglang Bertahan dari Air Tangki

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
4 September 2026
Bagikan
4 menit baca
Warga di Kecamatan Patia dan Sukaresmi antusias saat menerima bantuan air bersih dari tim relawan.
Bagikan

Kobarnews.id, PANDEGLANG – Musim kemarau mulai bikin warga di sejumlah kampung di Kabupaten Pandeglang kelimpungan. Tak punya sumur bor, warga terpaksa bertahan mengandalkan bantuan air bersih yang dikirim menggunakan mobil tangki.

Kondisi itu mendorong relawan asal Rangkasbitung, Asep Kusmayadi alias Asep Aldo, bersama sejumlah donatur dan rekan-rekannya turun tangan. Bantuan air bersih disalurkan secara bertahap ke kampung-kampung yang mengalami kesulitan air, terutama di Kecamatan Patia dan Sukaresmi.

Hingga Jumat (4/9/2026), sedikitnya 12 kampung telah menerima bantuan. Masing-masing kampung mendapat pasokan sekitar 6.000 liter air bersih yang diangkut menggunakan satu mobil tangki.

Asep mengatakan, aksi sosial tersebut bisa terus berjalan berkat dukungan sejumlah donatur yang peduli terhadap kondisi warga terdampak kekeringan.

- Advertisement -
Ad image

Dukungan juga datang dari teman-temannya yang selama ini terhubung melalui Facebook, di antaranya Rio Momonon, Maria Roni, dan Sri Rohanah, warga Rangkasbitung yang kini menetap di Swiss.

Baca Juga:

KPK Bongkar Dugaan Korupsi di ATR/BPN, Uang Rp106,3 Miliar Diamankan
Pengajian Triwulan IPARI Lebak Perkuat Kompetensi dan Soliditas Penyuluh Agama
Kabut Tebal Hambat Pencarian 5 Jurnalis dan 3 ABK Hilang di Selat Sunda
Basarnas Pastikan Video Drone Speedboat Arupadhatu I di GAK Sudah Dicek, Hasilnya Nihil

“Alhamdulillah, bantuan dari teman-teman masih terus mengalir. Untuk sementara ini sudah 12 kampung yang kita bantu, terutama di wilayah Patia dan Sukaresmi,” ujar Asep kepada wartawan, Jumat (4/9/2026).

Menurutnya, distribusi air bersih akan terus dilakukan selama masih ada pihak yang bersedia memberikan dukungan.

Asep juga mengajak masyarakat, komunitas maupun pihak lain yang memiliki kepedulian untuk ikut membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga.

Baca Juga:

Amir Hamzah Lantik Pengurus Pramuka Kalanganyar, Dorong Cetak Generasi Berkarakter
Rembug Pendidikan Lebak Digelar, Amir Hamzah Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran, Kebun Bambu 3 Hektare di Lebak Terbakar
Suahasil Kembali Jadi Menkeu, Bea Cukai Diminta Gencar Berantas Rokok Ilegal

“Insya Allah selama masih ada yang support, kegiatan ini masih berlanjut. Saya juga membuka kepada siapa saja yang mau ikut membantu, dipersilakan,” katanya.

- Advertisement -
Ad image

Namun, Asep mengingatkan, bantuan air menggunakan mobil tangki hanya menjadi solusi sementara. Masalah kekeringan membutuhkan langkah permanen agar warga tidak terus bergantung pada bantuan setiap musim kemarau.

Salah satu solusi yang dinilai paling mendesak adalah pembangunan sumur bor di kampung-kampung yang belum memiliki sumber air bersih memadai.

“Ke depannya bukan hanya air bersih yang kita bantu. Ada beberapa kampung yang harus dibantu pengeboran air bersih. Mudah-mudahan segera ada donaturnya, supaya ke depan saat musim kemarau masyarakat tidak kekeringan lagi,” tutur Asep.

- Advertisement -
Ad image

Ia menyebut, sejumlah warga dan donatur dari Jakarta serta Tangerang juga selama ini memiliki kepedulian terhadap penyediaan sarana air bersih, termasuk pembangunan sumur bor.

Persoalan di kampung-kampung yang saat ini mendapat distribusi air, kata Asep, cukup mendasar. Mereka belum memiliki sumur bor yang bisa menjadi sumber air alternatif ketika sumber air warga mulai mengering.

Baca Juga:

Basarnas Telusuri Video Udara yang Diduga Rekam Speedboat Arupadhatu 1 di Selat Sunda
Komisi II DPR Soroti Pengelolaan Aset Daerah, Sekda Lebak Ikuti Rapat Virtual
Istri Bupati Lebak Tinjau Pembangunan RTLH Warga Cijoro Lebak
AKBP Herfio Zaki Dipercaya Jadi Dirkrimum Polda Banten, Pegang Prinsip Berbuat Baik dan Bersedekah

Karena itu, kedatangan mobil tangki menjadi sangat berarti. Setidaknya, warga bisa mendapatkan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi sumber air yang semakin terbatas.

Asep berharap kepedulian para donatur tidak berhenti pada bantuan air bersih sesaat. Pembangunan sumur bor dinilai jauh lebih bermanfaat untuk jangka panjang karena warga memiliki sumber air sendiri ketika kemarau kembali datang.

“Harapannya masyarakat tidak hanya dibantu ketika kekeringan. Kalau ada sumur bor, insya Allah mereka bisa punya sumber air sendiri dan tidak selalu menunggu bantuan,” ujarnya.

Gerakan sosial tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa penanganan dampak kekeringan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Kepedulian relawan, komunitas, masyarakat dan para donatur menjadi kekuatan tambahan untuk memastikan kebutuhan dasar warga, terutama air bersih, tetap terpenuhi.

Namun, di balik derasnya bantuan air tangki, terselip pesan yang lebih besar: warga tidak ingin selamanya menunggu mobil tangki datang. Mereka membutuhkan sumur bor agar bisa mandiri menghadapi musim kemarau. (Red/Dian)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya UMKM Lebak Diminta Tak Jadi Penonton di Rumah Sendiri
Selanjutnya Perlintasan JPL 183 Rangkasbitung Ditutup, KAI Sebut Demi Cegah Kecelakaan 
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Lima Pejabat Polda Banten Berganti, AKBP Sonny Harsono Resmi Jabat Kapolres Pandeglang

Pisah Sambut PJU Polda Banten Hengki: Mutasi Boleh, Silaturahmi Jangan Putus

Tim SAR Kejar 8 Orang Hilang Sampai Samudera Hindia

Peserta Pra-UKW PWI Serang Didorong Tampil Kompeten

Lima Pejabat Polda Banten Berganti, Kapolda Minta Pejabat Baru Segera Adaptasi

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah News

Banggar DPRD Pandeglang Tuntaskan Perubahan APBD 2026

Daerah Hukum

MPC PP Lebak Desak Setop Pemasangan Tiang WiFi Tak Berizin

Daerah News

Demokrat Pandeglang Sambangi Keluarga Kru Arupadatu I

Daerah Ekbis

Gubernur Andra Soni Tinjau KEK ETKI Banten, Investasi Capai Rp1,9 Triliun

Daerah Hukum

Kabel WiFi Menjuntai Kembali Jerat Pengendara, Warga Minta Pengusaha Bertanggung Jawab

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Inspirasi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Politik
  • Ekbis
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com