kobarnews.id
Rabu, 16 September 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Banten
  • Rangkasbitung
  • Kabupaten Lebak
  • Kabupaten Pandeglang
  • Pemkab Lebak
  • Video viral
  • Gempa NTT
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahInspirasiKesehatanNasionalNewsPolitikViral

6.000 Bayi Meninggal Tiap Tahun karena Jantung Bawaan, PKS Desak Pemerintah Percepat Operasi

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
8 Agustus 2026
Bagikan
3 menit baca
Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS, Netty Prasetiyani Aher.
Bagikan

Kobarnews.id, JAKARTA – Miris! Sekitar 6.000 bayi di Indonesia meninggal setiap tahun akibat penyakit jantung bawaan (PJB) karena tak mendapatkan operasi yang dibutuhkan.

Angka tersebut disoroti Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS, Netty Prasetiyani Aher. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan masih lebarnya kesenjangan antara kebutuhan layanan jantung anak dengan kapasitas yang tersedia.

“Data ini menjadi pengingat bahwa masih banyak anak Indonesia yang kehilangan kesempatan hidup akibat keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Ini adalah persoalan yang harus menjadi perhatian bersama,” kata Netty dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8/2026).

Netty membeberkan, setiap tahun sekitar 4,8 juta bayi lahir di Indonesia. Dari jumlah tersebut, diperkirakan 48 ribu bayi lahir dengan kelainan jantung bawaan.

- Advertisement -
Ad image

Dari jumlah itu, sekitar 12 ribu bayi membutuhkan operasi segera. Sementara, kemampuan layanan operasi jantung anak di Indonesia baru sekitar 6.000 kasus per tahun.

Baca Juga:

KPK Bongkar Dugaan Korupsi di ATR/BPN, Uang Rp106,3 Miliar Diamankan
Pengajian Triwulan IPARI Lebak Perkuat Kompetensi dan Soliditas Penyuluh Agama
Kabut Tebal Hambat Pencarian 5 Jurnalis dan 3 ABK Hilang di Selat Sunda
Basarnas Pastikan Video Drone Speedboat Arupadhatu I di GAK Sudah Dicek, Hasilnya Nihil

Artinya, masih ada kesenjangan besar antara kebutuhan dan kapasitas operasi jantung anak.

“Artinya, masih terdapat kesenjangan besar antara kebutuhan layanan dengan kapasitas yang tersedia. Kesenjangan inilah yang harus segera diperkecil melalui penguatan sistem pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Menurut Netty, pemerintah tak boleh hanya mengejar target skrining atau deteksi dini. Sebab, percuma kelainan jantung berhasil ditemukan jika pasien harus mengantre lama untuk mendapatkan operasi.

Baca Juga:

Amir Hamzah Lantik Pengurus Pramuka Kalanganyar, Dorong Cetak Generasi Berkarakter
Rembug Pendidikan Lebak Digelar, Amir Hamzah Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran, Kebun Bambu 3 Hektare di Lebak Terbakar
Suahasil Kembali Jadi Menkeu, Bea Cukai Diminta Gencar Berantas Rokok Ilegal

Deteksi dini memang penting. Semakin cepat kelainan diketahui, semakin besar peluang bayi mendapatkan penanganan sebelum kondisinya memburuk.

- Advertisement -
Ad image

Namun, skrining harus dibarengi dengan kesiapan layanan rujukan dan tindakan operasi.

“Jangan sampai semakin banyak bayi yang terdeteksi, tetapi justru harus menunggu terlalu lama karena keterbatasan ruang operasi, tenaga medis, atau fasilitas yang tersedia. Skrining harus berjalan seiring dengan penguatan layanan kuratif,” tegasnya.

Karena itu, Netty mendesak pemerintah mempercepat pemerataan layanan jantung anak di berbagai daerah. Penguatan rumah sakit rujukan dan peningkatan kapasitas fasilitas kesehatan harus dilakukan.

- Advertisement -
Ad image

Begitu pula dengan percepatan pendidikan dokter spesialis dan subspesialis. Ketersediaan tenaga pendukung seperti perfusionis dan perawat jantung juga tak boleh diabaikan.

“Kita membutuhkan strategi jangka panjang dalam membangun kapasitas layanan jantung anak. Investasi pada sumber daya manusia kesehatan sama pentingnya dengan pembangunan sarana dan prasarana,” katanya.

Baca Juga:

Basarnas Telusuri Video Udara yang Diduga Rekam Speedboat Arupadhatu 1 di Selat Sunda
Komisi II DPR Soroti Pengelolaan Aset Daerah, Sekda Lebak Ikuti Rapat Virtual
Istri Bupati Lebak Tinjau Pembangunan RTLH Warga Cijoro Lebak
AKBP Herfio Zaki Dipercaya Jadi Dirkrimum Polda Banten, Pegang Prinsip Berbuat Baik dan Bersedekah

Netty juga meminta sistem rujukan dibenahi. Bayi yang sudah terdeteksi mengalami kelainan jantung harus bisa segera dirujuk ke rumah sakit yang memiliki kemampuan melakukan tindakan definitif.

“Jangan sampai faktor jarak, keterbatasan fasilitas, atau panjangnya antrean operasi menjadi penyebab hilangnya kesempatan hidup seorang anak. Sistem rujukan harus responsif, cepat, dan merata di seluruh Indonesia,” tandasnya. (Dian)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya 995 Senjata di Sekolah Swasta Jaksel, Temuan Baru Muncul: Narkotika hingga VCD Porno
Selanjutnya ALARM Lebak Soroti Kasus Dugaan Penculikan Aktivis Uun, Polda Banten: Bukti Belum Cukup
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Lima Pejabat Polda Banten Berganti, AKBP Sonny Harsono Resmi Jabat Kapolres Pandeglang

Pisah Sambut PJU Polda Banten Hengki: Mutasi Boleh, Silaturahmi Jangan Putus

Tim SAR Kejar 8 Orang Hilang Sampai Samudera Hindia

Peserta Pra-UKW PWI Serang Didorong Tampil Kompeten

Lima Pejabat Polda Banten Berganti, Kapolda Minta Pejabat Baru Segera Adaptasi

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah News

Banggar DPRD Pandeglang Tuntaskan Perubahan APBD 2026

Daerah Hukum

MPC PP Lebak Desak Setop Pemasangan Tiang WiFi Tak Berizin

Daerah News

Demokrat Pandeglang Sambangi Keluarga Kru Arupadatu I

Daerah Ekbis

Gubernur Andra Soni Tinjau KEK ETKI Banten, Investasi Capai Rp1,9 Triliun

Daerah Hukum

Kabel WiFi Menjuntai Kembali Jerat Pengendara, Warga Minta Pengusaha Bertanggung Jawab

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Inspirasi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Politik
  • Ekbis
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com