kobarnews.id
Minggu, 25 Oktober 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Kabupaten Pandeglang
  • Banten
  • Lebak
  • Kabupaten Lebak
  • Rangkasbitung
  • Pemkab Lebak
  • Wisata Pandeglang
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahInfrastrukturPemerintahan

Jalan Rusak di Pandeglang Tersisa 700 Km, DPUPR Andalkan Anggaran Pusat dan Pokir

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
21 Oktober 2026
Bagikan
4 menit baca
Kondisi jalan kabupaten di Pandeglang yang membutuhkan penanganan dan perbaikan./Dok. Irfan-Kobarnews.id
Bagikan

KOBARNEWS.ID, PANDEGLANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pandeglang mengakui sekitar 700 kilometer jalan kabupaten masih rusak dan belum tertangani. Keterbatasan anggaran dan luas wilayah menjadi kendala utama percepatan perbaikan infrastruktur.

Kepala DPUPR Pandeglang, Roni mengatakan, masih ada sekitar 30 ruas jalan yang membutuhkan penanganan.

“Pandeglang itu sangat luas, hampir 30 persen wilayah Provinsi Banten. Kecamatan ada 35. Jadi, wajar kalau jalan kabupaten yang rusak masih sekitar 700 kilometer,” kata Roni, Rabu (21/10/2026).

Dia menjelaskan, perbaikan jalan dilakukan berdasarkan skala prioritas, terutama untuk mendukung proyek strategis nasional (PSN), fasilitas kesehatan, pendidikan, dan ketahanan pangan.

- Advertisement -
Ad image

“Prioritas kami sesuai arahan Presiden, yakni mendukung PSN, kesehatan, pendidikan, dan ketahanan pangan. Programnya juga harus selaras dengan RPJMN serta RPJMD provinsi dan kabupaten,” ujarnya.

Baca Juga:

200 Becak Listrik Bantuan Prabowo Tiba di Lebak, Pengemudi Lansia Segera Kebagian
NasDem Lebak Bidik Kursi Ketua DPRD pada Pemilu 2029
12 Desa di Lebak Bakal Gelar Pilkades Serentak Desember 2027
4.923 Balita di Lebak Alami Stunting, DPRD Desak Pemkab Serius Tangani

Roni mengakui, keterbatasan pendapatan asli daerah (PAD) turut menghambat pembangunan. Target PAD Pandeglang berkisar Rp 330 miliar hingga Rp 360 miliar, tetapi belum tercapai. Sementara itu, belanja pegawai, khususnya pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), menyerap lebih dari 40 persen anggaran.

“PAD kita masih rendah dan targetnya belum tercapai. Sementara jumlah PPPK hampir 5.000 orang lebih, dengan beban anggaran gaji yang menyerap lebih dari 40 persen. Ini jadi beban,” ungkapnya.

Dia juga menyebut pembangunan jalan reguler tahun ini sebagian besar bersumber dari pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD dan dana bagi hasil (DBH) sawit, bukan APBD murni.

Baca Juga:

Hari Santri, Wagub Banten Dorong Pesantren Jadi Benteng Literasi dan Moral
Pabrik Sepatu Korea di Lebak Tutup Permanen, 1.100 Karyawan Kena PHK
Bapenda Lebak Gelar Operasi Penagihan Pajak Serentak, Fokus 6 Jenis Pajak
Prihatin Jalan Berlubang di Cisata Pandeglang, Golkar dan Warga Bakal Gelar Aksi Tambal Jalan

“Tahun ini, pembangunan jalan reguler yang menggunakan anggaran kami hanya dari DBH sawit. Sisanya dari pokir dewan,” katanya.

- Advertisement -
Ad image

Menurut Roni, kondisi itu membuat lokasi pembangunan tidak bisa sembarangan dialihkan, termasuk ke wilayah selatan Pandeglang. Perubahan lokasi kegiatan yang bersumber dari pokir memerlukan koordinasi dengan anggota dewan dan penyesuaian dokumen pelaksanaan anggaran (DPA).

“Kalau anggarannya dari pokir dewan, tidak bisa dipindah-pindahkan begitu saja. Harus ada izin dewan dan perubahan DPA,” jelasnya.

Terkait proyek paving block di Kecamatan Cimanggu yang dikeluhkan warga karena dinilai rapuh, Roni mengakui sempat ada material yang tidak sesuai spesifikasi. Namun, dia menyebut material tersebut langsung diganti, termasuk yang sudah terpasang.

- Advertisement -
Ad image

“Saya akui ada material yang tidak sesuai, tetapi langsung kami minta ganti. Kalau sudah terpasang, harus dibongkar,” tegasnya.

Dia memastikan pembayaran pekerjaan akan mengacu pada kesesuaian spesifikasi dan hasil pengujian mutu di laboratorium. DPUPR mengambil tiga sampel secara acak untuk memastikan kualitas pekerjaan.

Baca Juga:

Truk Terguling di Tanjakan Batu Cikulur Lebak, Belum Dievakuasi
Dump Truck Diduga Rem Blong Terjun ke Jurang di Lebak, Sopir Patah Hidung
Kejurnas Catur 2026 Digelar di Banten, Diikuti 963 Peserta dari 32 Provinsi
2 Tahun Prabowo-Gibran, KAMMI Serang Raya Soroti MBG hingga Karhutla

“Kalau tidak sesuai spesifikasi, untuk apa dibayar? Kami ambil tiga sampel secara acak untuk uji laboratorium. Pembayaran juga diperiksa Inspektorat dan BPK, dengan pendampingan Kejaksaan dari MC 0 sampai MC 100,” ujarnya.

Untuk mengejar ketertinggalan pembangunan, DPUPR Pandeglang terus mengusulkan bantuan anggaran ke pemerintah pusat melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).

Roni menyebut, tahun lalu Pandeglang mendapat anggaran hampir Rp 40 miliar untuk ruas jalan di Tanjungan. Sementara tahun ini, alokasi hampir Rp 11 miliar diperoleh untuk penanganan delapan ruas jalan dan satu jembatan di wilayah Sobang-Panimbang.

“Prinsip saya, apa pun kami lakukan untuk menarik pembangunan ke Pandeglang. Detail engineering design (DED) juga kami siapkan,” tutupnya. (Irfan/Red)

TAGGED:Anggaran DaerahBantenDPUPR PandeglangIJDInfrastrukturJalan RusakPAD PandeglangPandeglangPembangunan Jalan
Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya KUA Cibeber Jadi Juri Lomba Ngaliwet di Hari Santri Nasional 2026
Selanjutnya Kepala Kemenhaj Pandeglang Sebut Hari Santri Jadi Momentum Perkuat Akhlak dan Nasionalisme 
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Beasiswa Santri Lebak Rp 1 Miliar, 100 Santri Dapat Rp 1 Juta per Bulan

Bupati Lebak Ajak Warga Awasi Kualitas Pembangunan Jalan Lingkungan Senilai Rp 3,8 Miliar

Kapolres Lebak Pimpin Green Policing, Tanam Pohon di Muncang

3.592 Kasus TBC Ditemukan di Lebak, Dinkes Gencarkan Tracing hingga Desa

Kemarau Panjang, 75 Desa di Lebak Krisis Air Bersih

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah Hukum

Polda Banten Tanam 1.000 Pohon, Kapolda: Polisi Harus Peduli Lingkungan

Daerah Pendidikan

USBR Gandeng BSN, Mahasiswa Dibekali Strategi Marketing Era Digital

Budaya Daerah

Kapolsek Gunungkencana Hadiri Hari Santri 2026, Diawali Salat Istisqah

Budaya Daerah

Dukung Green Policing, Kapolsek Panggarangan Ajak Warga Tanam Pohon Buah

Daerah Ekbis

DLH Kota Serang Akui Minim Awasi Panglong Kayu yang Bakar Limbah di Kasemen

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Inspirasi
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Ekbis
  • Politik
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com