Kobarnews.id, LEBAK – Lurah Cijoro Lebak, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Dadi Riyadi, S.E., M.M., meraih juara pertama Turnamen Catur Antar-Perangkat Daerah Kabupaten Lebak 2026. Ajang tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dadi tampil mewakili Kecamatan Rangkasbitung. Dalam enam babak pertandingan, dia mengoleksi 5,5 poin dari maksimal 6 poin, dengan catatan lima kemenangan dan satu hasil remis.
Persaingan di posisi teratas berlangsung ketat. Dadi dan Eli Suhaeli dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) sama-sama mengumpulkan 5,5 poin.
Penentuan juara kemudian dilakukan melalui penilaian tie-break dengan sistem Buchholz. Hasilnya, Dadi keluar sebagai juara pertama, disusul Eli Suhaeli di posisi kedua. Sementara posisi ketiga ditempati Asep Hadizh dari Kecamatan Curugbitung dengan raihan 5 poin.
Dadi mengatakan kemenangan tersebut tidak hanya menjadi pencapaian pribadi. Dia berharap prestasinya bisa menjadi contoh bahwa catur dapat dikembangkan sebagai hobi sekaligus sarana meraih prestasi olahraga.
“Secara pribadi berharap bisa menjadi contoh konkret bahwa catur dapat menjadi hobi sekaligus prestasi dalam hal olahraga,” kata Dadi kepada wartawan, Selasa (1/9/2026).
Selain aktif sebagai aparatur pemerintahan, Dadi juga terlibat dalam pembinaan olahraga catur di Kabupaten Lebak. Dia mengungkapkan saat ini mendapat amanah sebagai Wakil Ketua (Waka) 2 Percasi Kabupaten Lebak.
Menurut Dadi, salah satu fokus yang tengah didorong Percasi Kabupaten Lebak adalah pembinaan pecatur junior.
“Perkembangan catur di Lebak, alhamdulillah saya juga mendapat emban sebagai Waka 2 Percasi Kabupaten Lebak, di mana kita sedang fokus kepada pembinaan junior,” ujarnya.
Untuk memperkuat pembinaan, Percasi Kabupaten Lebak juga berupaya menghadirkan pelatih yang memiliki kompetensi dan pengalaman. Salah satunya dengan mendatangkan pelatih catur bergelar Master Nasional (MN).
“Kita datangkan pelatih catur bergelar MN (Master Nasional),” kata Dadi.
Dia berharap kehadiran pelatih berkompeten dapat membantu meningkatkan kemampuan para pecatur muda, mulai dari teknik, strategi, hingga mental bertanding.
Dadi menilai pembinaan junior merupakan investasi penting bagi masa depan olahraga catur di Lebak. Pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan dapat melahirkan pecatur muda yang mampu berprestasi di tingkat provinsi hingga nasional.
Prestasi Dadi di Turnamen Catur Antar-Perangkat Daerah Kabupaten Lebak 2026 pun diharapkan menjadi bagian dari semangat tersebut. Selain menunjukkan bahwa aparatur dapat berprestasi melalui olahraga, dia ingin semakin banyak generasi muda Lebak menjadikan catur sebagai wadah untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi. (Red/Dian)




