Kobarnews.id, LEBAK – Sungai bukan sekadar aliran air. Bagi masyarakat, sungai adalah bagian dari kehidupan, cerita sebuah desa, sekaligus warisan lingkungan yang harus dijaga untuk generasi mendatang.
Pesan itulah yang dibawa dalam Aksi Sosial Bersihkan Leuwi Bojong, Sungai Cimadur, yang digelar di kawasan Citorek Kidul, Kabupaten Lebak, Jumat (4/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya datang untuk melihat kondisi sungai. Mereka turun langsung memungut sampah yang berserakan di sekitar aliran Sungai Cimadur.
Sukmadi Jaya Rukmana, salah satu penggagas kegiatan, mengatakan aksi tersebut berangkat dari kepedulian sederhana terhadap lingkungan sekitar.
“Di tempat ini, air mengalir membawa kehidupan. Sungai bukan hanya sekadar aliran air, tapi merupakan bagian dari kehidupan, bagian dari cerita desa, dan warisan yang harus kita jaga,” ujar Sukmadi.
Menurutnya, sampah yang terlihat kecil sekalipun tidak boleh dianggap sepele. Jika dibiarkan dan terus menumpuk, dampaknya dapat menjadi persoalan besar bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat.
“Hari ini kami memilih untuk tidak hanya melihat. Kami turun bersama, memungut satu demi satu sampah yang ada di sungai. Mungkin bagi sebagian orang ini hanya sampah kecil, tapi bagi kami ini adalah sebuah pengingat bahwa perubahan dimulai dari langkah sederhana,” katanya.
Ia menilai kepedulian terhadap lingkungan harus ditanamkan sejak dini. Karena itu, keterlibatan anak-anak sekolah dasar bersama para guru dalam aksi tersebut dinilai menjadi bagian penting dari gerakan menjaga sungai.
“Perubahan dimulai dari tangan-tangan kecil yang belajar peduli, dari orang-orang yang memilih untuk menjaga tempat tinggalnya,” tutur Sukmadi.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa menjaga kebersihan sungai bukan semata-mata untuk kepentingan hari ini. Sungai yang bersih, lingkungan yang sehat dan desa yang asri merupakan warisan yang nantinya akan dinikmati anak-anak generasi berikutnya.
“Karena sungai yang bersih bukan hanya untuk hari ini. Lingkungan yang sehat, sungai yang bersih dan desa yang asri adalah warisan untuk anak-anak kita di masa depan,” ujarnya.
Sukmadi juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa Citorek Kidul, anak-anak SD Citorek Kidul, para guru, serta seluruh pihak yang telah ikut terlibat dan menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan.
“Hatur nuhun buat Kepala Desa Citorek Kidul, anak-anak sekolah dasar Citorek Kidul, para guru yang sudah memberikan contoh, dan buat kalian yang mau peduli,” ucapnya.
Ia berharap aksi tersebut dapat menjadi pemantik bagi semakin banyak masyarakat untuk melakukan hal serupa, tidak hanya di Sungai Cimadur tetapi juga di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Sukmadi memastikan kegiatan sosial tersebut tidak berhenti pada satu aksi.
“Tunggu aksi kami selanjutnya. Bergerak, Berdampak, Bermanfaat.” pungkasnya. (Dian)




