Kobarnews.id, LEBAK – Anak muda Lebak jangan cuma jadi penonton. Mereka harus ikut turun tangan mempromosikan potensi wisata daerahnya.
Pesan ini disampaikan Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Lebak kepada sekitar 42 finalis Putra-Putri Batik dan Tenun Kabupaten Lebak 2026, yang merupakan perwakilan dari 28 kecamatan.
Dorongan itu disampaikan dalam seminar pariwisata bertajuk Mengenal dan Mempromosikan Potensi Pariwisata di Kabupaten Lebak. Para finalis Duta Batik Lebak dan Duta Tenun Baduy Lebak diajak mengenal lebih dalam kekayaan wisata daerah sekaligus belajar mempromosikannya secara kreatif dan berkelanjutan.
Ketua Bidang Promosi Pokdarwis Provinsi Banten sekaligus Ketua Genpi Lebak, Yeni Mulyani, menegaskan, menjadi Putra-Putri Batik dan Tenun Lebak bukan sekadar mengenakan busana atau membawa nama budaya daerah.
Para finalis, kata dia, harus menjadi bagian dari upaya mengenalkan Lebak kepada masyarakat luas.
“Sebagai generasi muda yang menjadi bagian dari Putra-Putri Batik dan Tenun Kabupaten Lebak 2026, mengenal potensi pariwisata daerah merupakan langkah penting untuk menumbuhkan rasa bangga, menjaga budaya sekaligus memperkenalkan pesona Lebak kepada masyarakat luas,” ujar Yeni kepada wartawan, Selasa (8/9/2026).
Yeni menyebut Lebak punya modal besar untuk menjadi tujuan wisata. Pantai, gunung, air terjun, budaya masyarakat adat, sejarah, wisata edukasi hingga ekonomi kreatif tersedia di daerah ini.
“Kenapa Lebak? Karena Lebak itu lengkap. Mau pantai ada Sawarna, mau gunung ada Luhur, mau budaya ada Baduy. Lebak adalah pintu gerbang wisata Banten Selatan,” katanya.
Namun, potensi besar tersebut, menurut Yeni, jangan hanya menjadi cerita dari mulut ke mulut. Harus dikemas menjadi konten yang menarik dan disebarkan secara luas.
Apalagi, anak muda saat ini punya senjata ampuh: media sosial.
TikTok, Instagram Reels dan berbagai platform digital lainnya bisa dimanfaatkan untuk mengenalkan destinasi wisata, budaya, kuliner hingga kehidupan masyarakat Lebak.
“Jangan menunggu orang lain datang untuk mengenalkan Lebak. Sekarang kita bisa mempromosikan wisata dari handphone. Buat konten yang menarik, ceritakan pengalaman, tampilkan keindahan alam dan budaya kita,” tegasnya.
Sawarna dan Baduy Jadi Magnet
Salah satu kekuatan wisata Lebak adalah kawasan Pantai Sawarna, termasuk Tanjung Layar.
Keindahan pesisir selatan ini sudah menjadi salah satu ikon wisata Lebak. Potensinya pun dinilai masih sangat besar untuk dikembangkan sebagai magnet wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Siapa yang belum ke Sawarna? Pantai ini sudah banyak dikenal dan diliput media. Tanjung Layar memiliki keunikan batu karang yang menjadi daya tarik tersendiri. Potensi seperti ini harus kita promosikan dengan cara yang lebih kreatif,” ujarnya.
Selain pantai, ada kekuatan lain yang tidak kalah besar, yakni budaya Baduy.
Yeni menilai masyarakat adat Baduy memiliki kearifan lokal yang sangat kuat. Cara hidup mereka dalam menjaga alam dan mempertahankan identitas budaya merupakan daya tarik tersendiri.
“Baduy adalah guru terbaik tentang keberlanjutan. Mereka mengajarkan kita tentang kesederhanaan, kearifan lokal, menjaga hutan dan mempertahankan jati diri. Ini daya tarik budaya yang sangat kuat,” tuturnya.
Potensi lainnya tersebar di kawasan pegunungan dan air terjun. Gunung Luhur, kawasan kebun teh, Curug Ciporolak, Curug Dengdeng, Curug Rame hingga Karang Bokor bisa terus dikenalkan sebagai destinasi petualangan dan ekowisata.
“Untuk teman-teman pecinta alam, Lebak itu surganya. Ada gunung, curug dan kawasan alam yang masih memiliki karakter kuat. Ini bisa dikembangkan menjadi wisata petualangan dan ekowisata yang bertanggung jawab,” katanya.
Ada PR, Jangan Jadi Alasan
Meski punya potensi melimpah, Yeni tak menutup mata terhadap berbagai persoalan yang masih membelit sektor pariwisata Lebak.
Akses menuju sejumlah destinasi masih perlu diperbaiki. Jaringan komunikasi di beberapa lokasi juga belum memadai. Promosi pun masih harus diperkuat.
Namun, persoalan tersebut jangan dijadikan alasan untuk diam.
“Jujur, kita punya PR. Jalan masih ada yang belum ideal, sinyal di beberapa tempat masih sulit dan promosi juga perlu diperkuat. Tetapi justru di sini peran anak muda,” katanya.
Menurutnya, anak muda, Duta Batik, Duta Tenun Baduy, Genpi dan Pokdarwis harus ikut mencari solusi melalui kreativitas dan kolaborasi.
Bukan hanya pemerintah yang bergerak. Pelaku UMKM, komunitas dan masyarakat sekitar juga harus dilibatkan.
“Caranya bukan hanya digital. Kita juga perlu event, kolaborasi dan keterlibatan masyarakat. Pariwisata harus memberikan manfaat ekonomi kepada warga sekitar,” ujarnya.
Jangan Kejar Wisatawan, Rusak Alam
Yeni mengingatkan pengembangan pariwisata tidak boleh mengorbankan lingkungan dan budaya.
Mengejar jumlah wisatawan tanpa menjaga alam, kata dia, justru akan menjadi bumerang.
“Jangan sampai kita hanya mengejar jumlah wisatawan tetapi alamnya rusak. Pariwisata harus ramah lingkungan, menjaga budaya dan memberikan manfaat kepada masyarakat,” katanya.
Ia melihat pariwisata juga bisa menjadi ladang ekonomi bagi generasi muda Lebak.
Anak muda bisa menjadi pemandu wisata, kreator konten, pengelola homestay, pelaku UMKM, fotografer hingga penggerak komunitas.
“Anak muda Lebak adalah duta wisata kita. Kita bisa menjadi guide, content creator, membuka homestay, menjual produk UMKM. Jangan menunggu orang luar yang mempromosikan Lebak. Kita harus bangga dulu terhadap daerah kita sendiri,” tegasnya.
Batik dan Tenun Jadi Pintu Masuk
Yeni berharap 42 finalis Putra-Putri Batik dan Tenun Lebak 2026 tidak berhenti sebagai peserta ajang pemilihan.
Mereka harus menjadi komunikator yang membawa cerita tentang Lebak ke ruang publik.
Batik dan tenun, menurutnya, bisa menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan potensi Lebak yang lebih luas, mulai dari budaya, wisata, kuliner, kerajinan hingga ekonomi kreatif.
Promosi pun tidak harus dimulai dengan sesuatu yang besar.
“Foto tempat wisata, posting, ceritakan kepada teman dan ajak orang lain mengenal Lebak. Kalau dilakukan bersama-sama, akan menjadi kekuatan besar,” katanya.
Yeni menegaskan, promosi wisata bukan hanya soal mendatangkan wisatawan. Lebih dari itu, ada kebanggaan daerah, pelestarian budaya dan peluang ekonomi masyarakat yang harus dibangun bersama.
“Kenali potensinya, ceritakan pesonanya, promosikan pariwisatanya,” pungkas Yeni.
Ia pun mengajak generasi muda Lebak terus menghidupkan semangat “Berbatik. Bertenun. Berbudaya. Bermakna.”
“Yuk kenali, cintai dan promosikan Lebak. Karena mempromosikan Lebak berarti ikut mempromosikan masa depan kita,” tandasnya. (Red/Dian)




