kobarnews.id
Rabu, 16 September 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Banten
  • Rangkasbitung
  • Kabupaten Lebak
  • Kabupaten Pandeglang
  • Pemkab Lebak
  • Video viral
  • Gempa NTT
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahKesehatanNewsViral

36 Puskesmas di Pandeglang Siaga 24 Jam Antisipasi Abu Anak Krakatau

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
8 September 2026
Bagikan
3 menit baca
Gedung Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang.
Bagikan

Kobarnews.id, PANDEGLANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang menyiagakan 36 puskesmas selama 24 jam untuk mengantisipasi dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK). Kesiapsiagaan dilakukan untuk menghadapi potensi gangguan kesehatan, terutama masalah pernapasan.

Kepala Dinkes Kabupaten Pandeglang Eni Yati mengatakan seluruh puskesmas di 35 kecamatan telah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak paparan abu vulkanik.

“Kami menyiagakan semua puskesmas di 35 kecamatan. Puskesmas buka 24 jam untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik,” kata Eni Yati, Senin (7/9/2026).

Tak hanya menyiagakan pelayanan di fasilitas kesehatan, petugas medis juga turun langsung ke lapangan. Mereka membagikan masker kepada masyarakat sekaligus memberikan edukasi terkait bahaya abu vulkanik dan cara melindungi saluran pernapasan.

- Advertisement -
Ad image

“Pada Minggu pagi, semua puskesmas membagikan masker kepada masyarakat di wilayah masing-masing. Teman-teman kesehatan juga memberikan edukasi mengenai bahaya abu vulkanik,” ujarnya.

Baca Juga:

KPK Bongkar Dugaan Korupsi di ATR/BPN, Uang Rp106,3 Miliar Diamankan
Pengajian Triwulan IPARI Lebak Perkuat Kompetensi dan Soliditas Penyuluh Agama
Kabut Tebal Hambat Pencarian 5 Jurnalis dan 3 ABK Hilang di Selat Sunda
Basarnas Pastikan Video Drone Speedboat Arupadhatu I di GAK Sudah Dicek, Hasilnya Nihil

Dinkes Pandeglang juga meningkatkan pemantauan kondisi kesehatan warga, khususnya di wilayah selatan dan kawasan pesisir yang terdampak sebaran abu vulkanik.

Hingga Senin, Dinkes belum menemukan adanya peningkatan signifikan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Dari hasil monitoring di puskesmas wilayah selatan dan pinggir pantai, belum ada peningkatan kasus ISPA. Kondisinya masih relatif aman,” kata Eni.

Baca Juga:

Amir Hamzah Lantik Pengurus Pramuka Kalanganyar, Dorong Cetak Generasi Berkarakter
Rembug Pendidikan Lebak Digelar, Amir Hamzah Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran, Kebun Bambu 3 Hektare di Lebak Terbakar
Suahasil Kembali Jadi Menkeu, Bea Cukai Diminta Gencar Berantas Rokok Ilegal

Meski begitu, sejumlah warga dilaporkan mulai mengeluhkan gangguan pernapasan ringan, termasuk sesak napas yang diduga berkaitan dengan paparan abu vulkanik.

- Advertisement -
Ad image

Menurut Eni, kasus ringan masih dapat ditangani di puskesmas. Sementara pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut akan mendapat perawatan di rumah sakit yang telah menyiapkan tim medis.

“Kalau ada satu atau dua kasus, masih bisa kami tangani di puskesmas. Kalau memang tidak bisa ditangani, rumah sakit sudah menyiapkan tim untuk penanganan,” ucapnya.

Eni mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele paparan abu vulkanik. Sebab, partikel halus abu dapat masuk ke saluran pernapasan hingga paru-paru dan berpotensi mengganggu kesehatan.

- Advertisement -
Ad image

“Abu vulkanik itu berbahaya. Kalau terhirup melalui hidung, partikelnya bisa masuk ke paru-paru dan mengganggu pernapasan,” tegasnya.

Dinkes Pandeglang pun mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika intensitas sebaran abu vulkanik meningkat.

Baca Juga:

Basarnas Telusuri Video Udara yang Diduga Rekam Speedboat Arupadhatu 1 di Selat Sunda
Komisi II DPR Soroti Pengelolaan Aset Daerah, Sekda Lebak Ikuti Rapat Virtual
Istri Bupati Lebak Tinjau Pembangunan RTLH Warga Cijoro Lebak
AKBP Herfio Zaki Dipercaya Jadi Dirkrimum Polda Banten, Pegang Prinsip Berbuat Baik dan Bersedekah

Warga juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk.

Dinkes memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi kesehatan masyarakat serta kesiapan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Pandeglang. (Red/Riyan)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Sekolah Satu Atap Tembus Nasional, Lebak Buktikan Prestasi Tak Lagi Milik Sekolah Unggulan
Selanjutnya Gubernur Banten Gandeng Apersi Atasi Backlog Rumah MBR
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Lima Pejabat Polda Banten Berganti, AKBP Sonny Harsono Resmi Jabat Kapolres Pandeglang

Pisah Sambut PJU Polda Banten Hengki: Mutasi Boleh, Silaturahmi Jangan Putus

Tim SAR Kejar 8 Orang Hilang Sampai Samudera Hindia

Peserta Pra-UKW PWI Serang Didorong Tampil Kompeten

Lima Pejabat Polda Banten Berganti, Kapolda Minta Pejabat Baru Segera Adaptasi

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah News

Banggar DPRD Pandeglang Tuntaskan Perubahan APBD 2026

Daerah Hukum

MPC PP Lebak Desak Setop Pemasangan Tiang WiFi Tak Berizin

Daerah News

Demokrat Pandeglang Sambangi Keluarga Kru Arupadatu I

Daerah Ekbis

Gubernur Andra Soni Tinjau KEK ETKI Banten, Investasi Capai Rp1,9 Triliun

Daerah Hukum

Kabel WiFi Menjuntai Kembali Jerat Pengendara, Warga Minta Pengusaha Bertanggung Jawab

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Inspirasi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Politik
  • Ekbis
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com