kobarnews.id
Rabu, 16 September 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Banten
  • Rangkasbitung
  • Kabupaten Lebak
  • Kabupaten Pandeglang
  • Pemkab Lebak
  • Video viral
  • Gempa NTT
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahPendidikanViral

SMATA Dorong Semua Guru Melek Teknologi, Guru Bahasa Arab hingga PJOK Wajib Manfaatkan Papan Digital

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
10 September 2026
Bagikan
4 menit baca
SMA Terpadu Al Qudwah Kabupaten Lebak SMATA
Bagikan

Kobarnews.id, LEBAK – SMA Terpadu Al Qudwah Kabupaten Lebak (SMATA) mendorong seluruh guru memanfaatkan Papan Interaktif Digital (PID) dalam proses pembelajaran. Penggunaan teknologi tersebut tidak dibatasi berdasarkan mata pelajaran, termasuk bagi guru Bahasa Arab hingga Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).

Sekolah menilai keberadaan papan digital di ruang kelas akan kehilangan makna jika hanya menjadi perangkat canggih yang jarang digunakan. Karena itu, SMATA ingin pemanfaatan teknologi benar-benar memberikan dampak terhadap pengalaman belajar siswa.

Guru SMATA, Supadilah, mengatakan Papan Interaktif Digital dapat digunakan untuk semua mata pelajaran. Menurutnya, tidak ada alasan teknologi tersebut hanya dimanfaatkan oleh guru pada mata pelajaran tertentu.

“Semua mata pelajaran bisa memakai Papan Interaktif Digital,” ujar Supadilah kepada wartawan, Kamis (10/9/2026).

- Advertisement -
Ad image

Menurut Supadilah, penggunaan PID membantu guru menyampaikan materi sekaligus membuat pembelajaran lebih menarik. Kehadiran teknologi tersebut juga memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa.

Baca Juga:

KPK Bongkar Dugaan Korupsi di ATR/BPN, Uang Rp106,3 Miliar Diamankan
Pengajian Triwulan IPARI Lebak Perkuat Kompetensi dan Soliditas Penyuluh Agama
Kabut Tebal Hambat Pencarian 5 Jurnalis dan 3 ABK Hilang di Selat Sunda
Basarnas Pastikan Video Drone Speedboat Arupadhatu I di GAK Sudah Dicek, Hasilnya Nihil

“Ikut membantu, anak merasa berkesan pembelajarannya,” katanya.

Untuk memastikan penggunaan PID dapat dilakukan secara merata, SMATA menerapkan sistem penjadwalan. Langkah tersebut dilakukan agar penggunaan perangkat tidak berbenturan antar-guru sekaligus memberikan kesempatan kepada seluruh guru untuk memanfaatkannya.

“Untuk pemakaiannya dibuat jadwal agar tidak bentrok,” jelas Supadilah.

Baca Juga:

Amir Hamzah Lantik Pengurus Pramuka Kalanganyar, Dorong Cetak Generasi Berkarakter
Rembug Pendidikan Lebak Digelar, Amir Hamzah Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran, Kebun Bambu 3 Hektare di Lebak Terbakar
Suahasil Kembali Jadi Menkeu, Bea Cukai Diminta Gencar Berantas Rokok Ilegal

Ia menegaskan seluruh guru diharapkan pernah menggunakan Papan Interaktif Digital dalam pembelajaran. Pemanfaatan teknologi itu pun tidak dibatasi berdasarkan bidang studi.

- Advertisement -
Ad image

“Semua guru diharapkan pernah memakai, walaupun guru Bahasa Arab atau PJOK sekalipun,” tegasnya.

Bagi siswa, penggunaan Papan Interaktif Digital dinilai membuat proses pembelajaran lebih menyenangkan dan materi lebih mudah dipahami.

Siswa SMATA, Rasyid, mengaku terbantu dengan keberadaan papan digital di kelas.

- Advertisement -
Ad image

“Sangat terbantu. Belajar jadi menyenangkan dan pelajarannya juga lebih mudah dipahami,” ujar Rasyid.

Hal serupa disampaikan siswa lainnya, Azka. Ia menilai penyampaian materi melalui papan digital membuat proses belajar lebih menarik.

Baca Juga:

Basarnas Telusuri Video Udara yang Diduga Rekam Speedboat Arupadhatu 1 di Selat Sunda
Komisi II DPR Soroti Pengelolaan Aset Daerah, Sekda Lebak Ikuti Rapat Virtual
Istri Bupati Lebak Tinjau Pembangunan RTLH Warga Cijoro Lebak
AKBP Herfio Zaki Dipercaya Jadi Dirkrimum Polda Banten, Pegang Prinsip Berbuat Baik dan Bersedekah

“Belajarnya jadi lebih menyenangkan dan lebih mudah dipahami,” kata Azka.

Bukan Sekadar Pengadaan Perangkat

Kepala Sekolah SMATA, Resiana, mengatakan transformasi pembelajaran digital di sekolah tidak sekadar berbicara mengenai pengadaan perangkat.

Menurutnya, tantangan utama justru memastikan perangkat yang telah tersedia benar-benar dimanfaatkan guru dan memberikan dampak terhadap proses belajar siswa.

“Ini tidak semata-mata berbicara tentang pengadaan perangkat. Tantangan yang lebih penting adalah bagaimana perangkat tersebut benar-benar digunakan oleh guru dan memberikan dampak terhadap pengalaman belajar siswa,” ujar Resiana.

Ia mencontohkan guru Bahasa Arab dapat memanfaatkan tampilan visual dan materi digital untuk memperkaya pembelajaran bahasa. Sementara guru PJOK dapat menggunakan PID untuk menampilkan materi, ilustrasi gerakan, video pembelajaran, hingga bahan pendukung sebelum siswa melakukan praktik.

Dengan demikian, teknologi ditempatkan sebagai alat bantu pembelajaran, bukan untuk menggantikan peran guru.

Resiana mengatakan keberadaan perangkat digital juga perlu diikuti perubahan cara mengajar. Sebab, kecanggihan perangkat tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila guru tidak terbiasa menggunakannya.

“Ukuran keberhasilan pemanfaatan Papan Interaktif Digital bukan sekadar berapa unit perangkat yang dimiliki sekolah, tetapi seberapa sering digunakan dan seberapa jauh teknologi tersebut membuat pembelajaran menjadi lebih efektif, interaktif dan berkesan bagi siswa,” pungkas Resiana. (Red/Dian)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Pelayanan Loket Haji Kemenhaj Kabupaten Serang Disorot, Pemohon Keluhkan Lambannya Administrasi
Selanjutnya BNN Dorong Kebijakan Tegas Tata Kelola Rokok Elektrik
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Lima Pejabat Polda Banten Berganti, AKBP Sonny Harsono Resmi Jabat Kapolres Pandeglang

Pisah Sambut PJU Polda Banten Hengki: Mutasi Boleh, Silaturahmi Jangan Putus

Tim SAR Kejar 8 Orang Hilang Sampai Samudera Hindia

Peserta Pra-UKW PWI Serang Didorong Tampil Kompeten

Lima Pejabat Polda Banten Berganti, Kapolda Minta Pejabat Baru Segera Adaptasi

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah News

Banggar DPRD Pandeglang Tuntaskan Perubahan APBD 2026

Daerah Hukum

MPC PP Lebak Desak Setop Pemasangan Tiang WiFi Tak Berizin

Daerah News

Demokrat Pandeglang Sambangi Keluarga Kru Arupadatu I

Daerah Ekbis

Gubernur Andra Soni Tinjau KEK ETKI Banten, Investasi Capai Rp1,9 Triliun

Daerah Hukum

Kabel WiFi Menjuntai Kembali Jerat Pengendara, Warga Minta Pengusaha Bertanggung Jawab

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Inspirasi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Politik
  • Ekbis
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com