kobarnews.id
Sabtu, 24 Oktober 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Kabupaten Pandeglang
  • Banten
  • Lebak
  • Kabupaten Lebak
  • Rangkasbitung
  • Pemkab Lebak
  • Wisata Pandeglang
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahInfrastrukturNewsPemerintahanViral

Enam Tahun Menggantung, 104 Huntap Korban Bencana Lebak Dikebut Rampung Akhir 2026

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
17 Oktober 2026
Bagikan
4 menit baca
Jalan menuju Runtap di Lebakgedong, Kabupaten Lebak.
Bagikan

Kobarnews.id, LEBAK – Enam tahun menanti hunian layak, korban bencana di Kabupaten Lebak, Banten, akhirnya mulai mendapat kepastian. Sebanyak 104 unit hunian tetap (huntap) tahap pertama di Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong, ditargetkan rampung sebelum 31 Desember 2026.

Namun, pekerjaan fisik belum dimulai. Saat ini, persiapan pembangunan baru memasuki tahap mobilisasi material.

Bupati Lebak, Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya, mengatakan pembangunan huntap disiapkan melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Permukiman Jawa I di bawah Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Sejumlah material, seperti pipa dan pasir, mulai didatangkan ke lokasi. Pemerintah daerah berharap pekerjaan fisik segera berjalan agar warga tak lagi berlama-lama menunggu rumah layak huni.

- Advertisement -
Ad image

“Harapannya, sebelum tanggal 31 Desember, 104 unit ini bisa terbangun. Masyarakat yang sudah menunggu enam tahun tanpa hunian layak bisa segera mendapatkan tempat tinggal yang layak,” kata Hasbi kepada wartawan, Jumat (16/10/2026).

Baca Juga:

2 Tahun Prabowo-Gibran, KAMMI Serang Raya Soroti MBG hingga Karhutla
Beasiswa Santri Lebak Rp 1 Miliar, 100 Santri Dapat Rp 1 Juta per Bulan
Bupati Lebak Ajak Warga Awasi Kualitas Pembangunan Jalan Lingkungan Senilai Rp 3,8 Miliar
Kapolres Lebak Pimpin Green Policing, Tanam Pohon di Muncang

Dari total kebutuhan 221 unit huntap, sebanyak 104 unit menjadi prioritas pembangunan tahap pertama. Sementara 117 unit sisanya direncanakan dibangun pada 2027, setelah persyaratan lahan dan administrasi terpenuhi.

Penentuan penerima huntap dilakukan berdasarkan data by name by address. Prioritas diberikan kepada warga yang masih tinggal di kawasan terdampak bencana dan belum memiliki hunian layak.

“Sebagian warga sudah berpindah ke kecamatan atau desa lain. Namun, mereka tetap memiliki hak. Untuk tahap pertama, prioritas diberikan kepada warga yang masih berada di lokasi terdampak,” jelasnya.

Baca Juga:

3.592 Kasus TBC Ditemukan di Lebak, Dinkes Gencarkan Tracing hingga Desa
Kemarau Panjang, 75 Desa di Lebak Krisis Air Bersih
Polda Banten Tanam 1.000 Pohon, Kapolda: Polisi Harus Peduli Lingkungan
USBR Gandeng BSN, Mahasiswa Dibekali Strategi Marketing Era Digital

Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Permukiman Jawa I, Elias Wijaya, menyatakan pembangunan tahap pertama dapat dilaksanakan karena lahan yang dibutuhkan telah memenuhi persyaratan administrasi dan sertifikatnya sudah diterima.

- Advertisement -
Ad image

Menurut Elias, lahan yang telah memenuhi persyaratan saat ini mampu menampung pembangunan 187 unit huntap. Sementara itu, pemenuhan lahan untuk keseluruhan 221 unit masih terkendala persoalan administrasi.

Pembangunan huntap tersebut merupakan hasil kerja sama pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Banten, dan Pemkab Lebak.

Pemkab Lebak telah menyediakan dan mematangkan lahan seluas 5,4 hektare. Sedangkan Pemprov Banten membangun akses jalan sepanjang dua kilometer untuk mendukung kawasan hunian tersebut.

- Advertisement -
Ad image

Meski begitu, persoalan lahan belum sepenuhnya beres. Salah satu kendala muncul pada lahan yang sebelumnya diwakafkan atau dihibahkan, tetapi kemudian dipermasalahkan oleh pihak yang menyerahkannya.

Selain itu, keberadaan lahan sawah dilindungi turut menjadi tantangan dalam proses pembangunan.

Baca Juga:

Kapolsek Gunungkencana Hadiri Hari Santri 2026, Diawali Salat Istisqah
Dukung Green Policing, Kapolsek Panggarangan Ajak Warga Tanam Pohon Buah
DLH Kota Serang Akui Minim Awasi Panglong Kayu yang Bakar Limbah di Kasemen
Polsek Kasemen Gencarkan Program Poliran, Cetak Wirausaha Mandiri

Hasbi menyebut, lahan sekitar 9.000 meter persegi telah dimatangkan. Namun, pemanfaatannya masih menghadapi persoalan administrasi dan membutuhkan penyelesaian bersama pihak terkait.

Pemkab Lebak terus berkoordinasi dengan Kantor Pertanahan Kabupaten Lebak dan instansi lainnya agar kendala tersebut segera diselesaikan.

Hasbi berharap seluruh pihak mendukung percepatan pembangunan huntap. Jangan sampai persoalan administrasi dan lahan kembali memperpanjang penantian warga korban bencana untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak.

Untuk pembangunan 104 unit huntap tahap pertama, anggaran yang disiapkan mencapai Rp23.465.184.000 atau sekitar Rp23,46 miliar.

Hasbi juga mengajak masyarakat dan insan pers mengawal proyek tersebut secara terbuka dan transparan. Dengan begitu, pembangunan diharapkan berjalan sesuai rencana dan manfaatnya segera dirasakan warga Lebakgedong. (Red/Dian)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya INAKOR Banten Minta Dugaan Material Ilegal di Tol Serang-Panimbang Diselidiki
Selanjutnya Antisipasi Gagal Panen saat Musim Hujan, Mulyadi Jayabaya Temui Airlangga
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Proyek Akses Pelabuhan Warnasari Diduga Korupsi Rp3,2 Miliar, Polda Banten Limpahkan Tersangka ke Jaksa

Polda Banten Bongkar Dugaan Korupsi Kredit Bank BJB Rp 8,7 Miliar

Wagub Dimyati Mau Rombak OPD Banten, Bukan Gemukin Birokrasi

Puncak Hari Santri di Banten, Tablig Akbar Tekankan 5 Karakter Santri Menuju Indonesia Emas

Wagub Dimyati Ingatkan Santri: Jangan Cuma Jago Ngaji, Ilmu dan Akhlak Harus Mumpuni!

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Budaya Daerah

K-TRACK Kenalkan Kopi Banten, Siapkan Wisata Edukasi dari Hulu ke Hilir

Budaya Daerah

Usai Pawai Hari Santri 2026, Ratusan Santri di Lebak Murak Liwet Bareng

Daerah News

Sambut HSN 2026, Pemkab Lebak Siapkan Beasiswa Rp 1 Miliar untuk 100 Santri

Daerah News

Diskomsantik Pandeglang Mulai Rapikan Kabel Semrawut, Tahap Awal 14 Km

Daerah News

KNPI Pandeglang Soroti Anggaran Perjalanan Dinas DPRD Rp 44 Miliar

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Inspirasi
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Ekbis
  • Politik
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com