Kobarnews.id, LEBAK – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lebak, Badrusalam, mendorong Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memanfaatkan Kelompok Kerja Guru (KKG) sebagai komunitas belajar profesional. Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan pembinaan Guru PAI di Kabupaten Lebak.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Sosialisasi Diseminasi Deep Learning Berbasis IT serta Sosialisasi Aplikasi Siaga Pendis bagi Guru PAI. Kegiatan digelar di Gedung Serba Guna Desa Cikareo, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Kamis (17/9/2026).
Badrusalam mengatakan kegiatan pembinaan dan peningkatan kompetensi guru sangat penting. Menurutnya, guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga memiliki peran dalam membentuk karakter, akhlak, sikap, dan kepribadian peserta didik.
“Terlebih bagi Guru Pendidikan Agama Islam. Guru PAI memiliki tanggung jawab strategis dalam menanamkan nilai-nilai keimanan, ketakwaan, akhlak mulia, serta moderasi beragama kepada peserta didik,” kata Badrusalam.
Dia menekankan Guru PAI tidak hanya berperan sebagai pengajar agama, tetapi juga harus menjadi teladan bagi peserta didik. Nilai-nilai yang disampaikan dalam pembelajaran, kata dia, perlu tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
Badrusalam juga mengajak para Guru PAI menjadikan KKG sebagai wadah untuk saling belajar, berbagi pengalaman, memecahkan persoalan pembelajaran, serta menghasilkan inovasi pendidikan yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.
“Jangan sampai KKG hanya menjadi tempat berkumpul dan melaksanakan kegiatan administratif. Jadikan KKG sebagai komunitas belajar profesional yang benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas guru dan kualitas pembelajaran PAI,” ujarnya.
Dia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kompetensi Guru PAI sekaligus memperkuat kualitas pendidikan agama Islam di Kabupaten Lebak.
“Mari kita bekerja dengan ikhlas, profesional, penuh tanggung jawab, dan terus belajar, karena pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk membangun generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan mampu menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya.
Pemkab Lebak Soroti Tantangan Pendidikan Agama Islam
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak, Doddy Irawan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk duduk bersama membahas sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan dan tantangan pendidikan, khususnya pendidikan agama Islam.
“Ini merupakan momentum sejarah, kita duduk bersama untuk menyelesaikan berbagai masalah dan tantangan pendidikan agama Islam,” kata Doddy.
Doddy juga menyoroti kesejahteraan guru. Menurutnya, kesejahteraan guru tidak semata-mata dilihat dari sisi materi, tetapi juga dari nilai pengabdian dan keberkahan dalam menjalankan tugas pendidikan.
Dia mengatakan pemerintah terus berupaya memperjuangkan kesejahteraan dan status guru, termasuk guru paruh waktu serta berbagai hak yang berkaitan dengan kesejahteraan Guru PAI.
Doddy juga menyebut adanya upaya memperjuangkan persoalan Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi Guru PAI di Kabupaten Lebak.
Lebih lanjut, dia menekankan pendidikan agama Islam memiliki posisi penting di tengah perkembangan peradaban modern. Guru, kata dia, tidak cukup hanya menyampaikan materi melalui ucapan, tetapi juga harus memberikan keteladanan melalui tindakan.
“Dalam pendidikan yang beradab, kita dituntut untuk berbuat baik. Jangan hanya ucapan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasubbag Tata Usaha Kemenag Lebak Ajrum Firdaus, Plt Kasi Pendidikan Agama Islam Neng Eulis, Kasi Pendidikan Madrasah Slamet, Wakil Ketua PGRI Kabupaten Lebak Asep Zaenal Arifin, Pengawas PAI Kemenag Lebak Nidaul Hasanah, Pengawas Sekolah Umum, Ketua KKG PAI SD Kabupaten Lebak Nurfalah Al-Fajri beserta pengurus, pelaksana Seksi PAIS, serta Guru PAI SD dari Kecamatan Cileles, Banjarsari, Gunungkencana, Cijaku, Cirinten, dan Bojongmanik. (Red/Hikmat)




