kobarnews.id
Rabu, 16 September 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Banten
  • Rangkasbitung
  • Kabupaten Lebak
  • Kabupaten Pandeglang
  • Pemkab Lebak
  • Video viral
  • Gempa NTT
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahKesehatanViral

Jangan Tunggu Sakit, Warga Lebak Didorong Rajin Cek Kesehatan

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
2 September 2026
Bagikan
4 menit baca
Bagikan

Kobarnews.id, LEBAK – Jangan tunggu sakit baru peduli kesehatan. Pesan ini mengemuka dalam Forum Dialog Kesehatan bertema “Memantapkan Ekosistem Pembangunan Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Lebak Tahun 2026” yang digelar Universitas Indonesia Maju (UIMA), Rabu (2/9/2026).

Respek Peduli Lebak mendorong masyarakat mengubah pola pikir dalam menjaga kesehatan. Dari yang selama ini cenderung datang ke fasilitas kesehatan ketika sudah sakit, menjadi lebih aktif melakukan pencegahan dan pemeriksaan kesehatan sejak dini.

Pesan tersebut disampaikan Delima Humairo, relawan sekaligus pemerhati kesehatan dari Respek Peduli Lebak, yang menjadi salah satu narasumber dalam forum tersebut.

Delima mengatakan, kesadaran masyarakat Lebak untuk menjaga kesehatan masih perlu terus diperkuat. Menurutnya, kesehatan merupakan modal utama masyarakat dalam menjalani kehidupan sekaligus menjadi fondasi pembangunan.

- Advertisement -
Ad image

“Kesehatan itu kekayaan yang paling bernilai. Karena itu, jangan menunggu sakit baru kita peduli terhadap kesehatan,” ujar Delima.

Baca Juga:

KPK Bongkar Dugaan Korupsi di ATR/BPN, Uang Rp106,3 Miliar Diamankan
Pengajian Triwulan IPARI Lebak Perkuat Kompetensi dan Soliditas Penyuluh Agama
Kabut Tebal Hambat Pencarian 5 Jurnalis dan 3 ABK Hilang di Selat Sunda
Basarnas Pastikan Video Drone Speedboat Arupadhatu I di GAK Sudah Dicek, Hasilnya Nihil

Dia menilai, fasilitas kesehatan selama ini masih sering dipersepsikan hanya sebagai tempat berobat ketika seseorang sudah mengalami keluhan.

Padahal, fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas juga bisa dimanfaatkan untuk berkonsultasi, melakukan pemeriksaan, memperoleh edukasi kesehatan hingga mengetahui kondisi kesehatan sejak dini.

Karena itu, Delima meminta aspek pencegahan mendapat porsi lebih besar dalam pembangunan kesehatan masyarakat.

Baca Juga:

Amir Hamzah Lantik Pengurus Pramuka Kalanganyar, Dorong Cetak Generasi Berkarakter
Rembug Pendidikan Lebak Digelar, Amir Hamzah Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran, Kebun Bambu 3 Hektare di Lebak Terbakar
Suahasil Kembali Jadi Menkeu, Bea Cukai Diminta Gencar Berantas Rokok Ilegal

“Pencegahan harus kita kedepankan. Masyarakat yang sehat pun perlu memeriksakan kondisi kesehatannya, bukan hanya datang ke puskesmas ketika sudah ada keluhan,” katanya.

- Advertisement -
Ad image

Tak hanya kesehatan fisik, Delima juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental. Menurut dia, keduanya tidak bisa dipisahkan karena sama-sama memengaruhi kualitas hidup dan kualitas sumber daya manusia.

“Sehat bukan hanya soal fisik. Kesehatan mental juga sangat penting karena keduanya saling berkaitan dan memengaruhi kualitas hidup seseorang,” ujarnya.

Dia pun mengajak masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di fasilitas kesehatan tingkat pertama, termasuk puskesmas, sesuai ketentuan yang berlaku.

- Advertisement -
Ad image

Namun, pemeriksaan kesehatan saja dinilai belum cukup. Masyarakat juga harus membarenginya dengan perubahan perilaku sehari-hari, mulai dari pola makan, aktivitas fisik hingga kebiasaan hidup.

“Kalau sakit, tentu harus segera diobati. Tetapi saat sehat, kita juga harus menjaganya. Mulai dari pola makan, aktivitas, sampai kebiasaan hidup sehari-hari,” tutur Delima.

Baca Juga:

Basarnas Telusuri Video Udara yang Diduga Rekam Speedboat Arupadhatu 1 di Selat Sunda
Komisi II DPR Soroti Pengelolaan Aset Daerah, Sekda Lebak Ikuti Rapat Virtual
Istri Bupati Lebak Tinjau Pembangunan RTLH Warga Cijoro Lebak
AKBP Herfio Zaki Dipercaya Jadi Dirkrimum Polda Banten, Pegang Prinsip Berbuat Baik dan Bersedekah

Delima menegaskan, membangun masyarakat sehat bukan pekerjaan pemerintah dan tenaga kesehatan semata. Perguruan tinggi, mahasiswa, komunitas, organisasi masyarakat, keluarga hingga masyarakat sendiri harus ikut ambil bagian.

“Membangun masyarakat yang sehat adalah pekerjaan bersama. Semua pihak harus mengambil peran agar kesadaran untuk mencegah penyakit tumbuh menjadi budaya di tengah masyarakat,” katanya.

Forum dialog tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai unsur. Di antaranya Kepala Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Lebak, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Rektor UIMA Dr. Astrid Novita, Dr. P.A. Kodrat Pramudho selaku Pj Adinkes, serta Delima dari Respek Peduli Lebak sebagai pemerhati bidang kesehatan.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut dinilai menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem kesehatan yang kuat.

Pemerintah, perguruan tinggi, tenaga kesehatan, mahasiswa, komunitas pemerhati kesehatan dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam memperkuat kesadaran hidup sehat.

Delima berharap forum tersebut tidak berhenti sebatas diskusi. Kesadaran masyarakat untuk mencegah penyakit harus terus ditumbuhkan sehingga pembangunan kesehatan di Kabupaten Lebak tidak hanya berorientasi pada pengobatan.

Aspek promotif dan preventif, kata dia, harus semakin diperkuat.

“Masyarakat yang sehat bukan sekadar tujuan pembangunan kesehatan, melainkan fondasi penting bagi terwujudnya sumber daya manusia Kabupaten Lebak yang lebih berkualitas,” pungkas Delima. (Red/Dian)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Rp9,4 Miliar Digelontorkan Perbaiki SD Lebak, 1.138 Ruang Kelas Masih Rusak
Selanjutnya Mobil Damkar TNI Serempet Warga Saat Maulid Nabi di Cibadak Cimanggu, 4 Orang Dilarikan ke RS
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Lima Pejabat Polda Banten Berganti, AKBP Sonny Harsono Resmi Jabat Kapolres Pandeglang

Pisah Sambut PJU Polda Banten Hengki: Mutasi Boleh, Silaturahmi Jangan Putus

Tim SAR Kejar 8 Orang Hilang Sampai Samudera Hindia

Peserta Pra-UKW PWI Serang Didorong Tampil Kompeten

Lima Pejabat Polda Banten Berganti, Kapolda Minta Pejabat Baru Segera Adaptasi

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah News

Banggar DPRD Pandeglang Tuntaskan Perubahan APBD 2026

Daerah Hukum

MPC PP Lebak Desak Setop Pemasangan Tiang WiFi Tak Berizin

Daerah News

Demokrat Pandeglang Sambangi Keluarga Kru Arupadatu I

Daerah Ekbis

Gubernur Andra Soni Tinjau KEK ETKI Banten, Investasi Capai Rp1,9 Triliun

Daerah Hukum

Kabel WiFi Menjuntai Kembali Jerat Pengendara, Warga Minta Pengusaha Bertanggung Jawab

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Inspirasi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Politik
  • Ekbis
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com