Kobarnews.id, LEBAK – Jangan tunggu sakit baru peduli kesehatan. Pesan ini mengemuka dalam Forum Dialog Kesehatan bertema “Memantapkan Ekosistem Pembangunan Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Lebak Tahun 2026” yang digelar Universitas Indonesia Maju (UIMA), Rabu (2/9/2026).
Respek Peduli Lebak mendorong masyarakat mengubah pola pikir dalam menjaga kesehatan. Dari yang selama ini cenderung datang ke fasilitas kesehatan ketika sudah sakit, menjadi lebih aktif melakukan pencegahan dan pemeriksaan kesehatan sejak dini.
Pesan tersebut disampaikan Delima Humairo, relawan sekaligus pemerhati kesehatan dari Respek Peduli Lebak, yang menjadi salah satu narasumber dalam forum tersebut.
Delima mengatakan, kesadaran masyarakat Lebak untuk menjaga kesehatan masih perlu terus diperkuat. Menurutnya, kesehatan merupakan modal utama masyarakat dalam menjalani kehidupan sekaligus menjadi fondasi pembangunan.
“Kesehatan itu kekayaan yang paling bernilai. Karena itu, jangan menunggu sakit baru kita peduli terhadap kesehatan,” ujar Delima.
Dia menilai, fasilitas kesehatan selama ini masih sering dipersepsikan hanya sebagai tempat berobat ketika seseorang sudah mengalami keluhan.
Padahal, fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas juga bisa dimanfaatkan untuk berkonsultasi, melakukan pemeriksaan, memperoleh edukasi kesehatan hingga mengetahui kondisi kesehatan sejak dini.
Karena itu, Delima meminta aspek pencegahan mendapat porsi lebih besar dalam pembangunan kesehatan masyarakat.
“Pencegahan harus kita kedepankan. Masyarakat yang sehat pun perlu memeriksakan kondisi kesehatannya, bukan hanya datang ke puskesmas ketika sudah ada keluhan,” katanya.
Tak hanya kesehatan fisik, Delima juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental. Menurut dia, keduanya tidak bisa dipisahkan karena sama-sama memengaruhi kualitas hidup dan kualitas sumber daya manusia.
“Sehat bukan hanya soal fisik. Kesehatan mental juga sangat penting karena keduanya saling berkaitan dan memengaruhi kualitas hidup seseorang,” ujarnya.
Dia pun mengajak masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di fasilitas kesehatan tingkat pertama, termasuk puskesmas, sesuai ketentuan yang berlaku.
Namun, pemeriksaan kesehatan saja dinilai belum cukup. Masyarakat juga harus membarenginya dengan perubahan perilaku sehari-hari, mulai dari pola makan, aktivitas fisik hingga kebiasaan hidup.
“Kalau sakit, tentu harus segera diobati. Tetapi saat sehat, kita juga harus menjaganya. Mulai dari pola makan, aktivitas, sampai kebiasaan hidup sehari-hari,” tutur Delima.
Delima menegaskan, membangun masyarakat sehat bukan pekerjaan pemerintah dan tenaga kesehatan semata. Perguruan tinggi, mahasiswa, komunitas, organisasi masyarakat, keluarga hingga masyarakat sendiri harus ikut ambil bagian.
“Membangun masyarakat yang sehat adalah pekerjaan bersama. Semua pihak harus mengambil peran agar kesadaran untuk mencegah penyakit tumbuh menjadi budaya di tengah masyarakat,” katanya.
Forum dialog tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai unsur. Di antaranya Kepala Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Lebak, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Rektor UIMA Dr. Astrid Novita, Dr. P.A. Kodrat Pramudho selaku Pj Adinkes, serta Delima dari Respek Peduli Lebak sebagai pemerhati bidang kesehatan.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut dinilai menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem kesehatan yang kuat.
Pemerintah, perguruan tinggi, tenaga kesehatan, mahasiswa, komunitas pemerhati kesehatan dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam memperkuat kesadaran hidup sehat.
Delima berharap forum tersebut tidak berhenti sebatas diskusi. Kesadaran masyarakat untuk mencegah penyakit harus terus ditumbuhkan sehingga pembangunan kesehatan di Kabupaten Lebak tidak hanya berorientasi pada pengobatan.
Aspek promotif dan preventif, kata dia, harus semakin diperkuat.
“Masyarakat yang sehat bukan sekadar tujuan pembangunan kesehatan, melainkan fondasi penting bagi terwujudnya sumber daya manusia Kabupaten Lebak yang lebih berkualitas,” pungkas Delima. (Red/Dian)




