Kobarnews.id, SERANG – Miris. Di tengah hiruk-pikuk pusat pemerintahan Provinsi Banten, warga Kampung Gowok, RT 09, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Curug Jamhuri, Kota Serang, masih harus patungan tenaga memperbaiki jalan lingkungan.
Minggu (23/8/2026), warga bergotong royong memasang paving block di akses menuju pemakaman umum. Perbaikan dilakukan secara swadaya karena jalan tersebut dinilai perlu segera dibenahi agar lebih aman dan nyaman dilalui.
Ketua RT 09 Jamhuri mengatakan, perbaikan jalan murni merupakan inisiatif masyarakat. Warga memilih bergotong royong lantaran akses tersebut belum kunjung mendapat perhatian pemerintah.
“Ini inisiatif warga, bukan program pemerintah. Kami gotong royong untuk memperbaiki jalan yang menjadi akses menuju pemakaman umum,” kata Jamhuri kepada wartawan, Minggu (23/8/2026).
Yang membuat warga semakin prihatin, jalan tersebut lokasinya tidak jauh dari Kantor Gubernur Banten. Jaraknya hanya beberapa ratus meter dari pusat pemerintahan Provinsi Banten.

Jamhuri mengungkapkan, warga sebelumnya sudah beberapa kali mengusulkan perbaikan jalan melalui pihak kelurahan hingga Pemerintah Kota Serang. Namun, hingga kini usulan tersebut belum terealisasi.
“Kami sudah beberapa kali mengajukan melalui kelurahan dan Pemkot Serang, tapi belum pernah direalisasikan,” ujarnya.
Warga berharap persoalan infrastruktur di Kampung Gowok tidak berhenti pada kegiatan swadaya masyarakat. Pemerintah diharapkan turun tangan agar akses menuju pemakaman dan kawasan permukiman dapat dibangun secara layak dan berkelanjutan.
Soroti Jalan Masih Tanah
Kondisi infrastruktur Kampung Gowok Kepuh juga menjadi sorotan tokoh masyarakat setempat, H. Iin Mansyur. Ia mengaku prihatin melihat warga yang tinggal hanya beberapa ratus meter dari Kantor Gubernur Banten masih harus bergotong royong memperbaiki jalan.
“Saya merasa prihatin dan miris melihat kondisi masyarakat di Kampung Gowok Kepuh yang hanya ratusan meter dari Kantor Gubernur Banten. Jalan saja masyarakat harus swadaya dan gotong royong,” kata Iin.
Iin, yang juga merupakan salah satu Pokja Pendiri Provinsi Banten, menyebut masih ada sejumlah akses jalan di Kampung Gowok Kepuh yang belum tersentuh pembangunan.

Salah satunya jalan yang menghubungkan Kampung Gowok Kepuh dengan Jalan Tembong. Menurut Iin, kondisi jalan tersebut masih berupa tanah, meski berada di kawasan perkotaan dan dekat dengan pusat pemerintahan provinsi.
Tak hanya jalan permukiman, Iin juga menyoroti akses menuju sejumlah pondok pesantren. Salah satunya Ponpes Tahfidz Qur’an Sulaimanah yang disebutnya memiliki keterkaitan dengan pengelola dari Turki.
“Akses jalan yang banyak ponpes, seperti Ponpes Tahfidz Qur’an Sulaimanah dari Turki, kondisinya masih tanah. Itu sudah saya sampaikan ke Pak Gubernur,” pungkasnya. (Red/Ris)




