Kobarnews.id, SERANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menjadi lokasi pembelajaran bagi 50 peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXXIV Tahun 2026 dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan sejumlah instansi daerah. Dalam kegiatan ini, para peserta mempelajari praktik pengelolaan sektor pendidikan dan kesehatan di Banten.
Kunjungan dalam rangka Visitasi Kepemimpinan Nasional tersebut disambut Gubernur Banten Andra Soni di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Kamis (15/10/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri, Andi Ony Prihartono, mengatakan Banten dipilih karena dinilai memiliki pengalaman dan inovasi dalam pengelolaan pendidikan dan kesehatan.
“Kami ingin belajar dan mengadopsi praktik-praktik terbaik di Provinsi Banten, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan,” kata Andi Ony.
Dia menjelaskan, 50 peserta tersebut merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang dipersiapkan untuk menduduki jabatan strategis eselon II di kementerian, lembaga pusat, dan pemerintah daerah.
Melalui kunjungan lapangan ini, peserta diharapkan mendapat gambaran mengenai pelaksanaan kebijakan, inovasi pelayanan, hingga strategi pembangunan daerah yang dapat diterapkan di instansi masing-masing.
Andra Soni Paparkan Program Pendidikan
Gubernur Banten Andra Soni menyambut baik dipilihnya Banten sebagai lokasi pembelajaran. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman sekaligus mendapatkan masukan bagi perbaikan program pembangunan daerah.
“Ini sebuah kehormatan bagi Provinsi Banten. Apa yang sudah kami lakukan bisa dipelajari bersama, sementara kekurangan yang ada menjadi bahan evaluasi untuk terus kami tingkatkan,” ujar Andra.
Dia mengatakan pendidikan dan kesehatan menjadi sektor penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Karena itu, Pemprov Banten berupaya memperluas akses dan meningkatkan kualitas layanan melalui kebijakan yang terintegrasi serta sinergi lintas sektor.
Di bidang pendidikan, sejumlah program dijalankan, mulai dari pembangunan unit sekolah baru, Program Sekolah Gratis, pengembangan sekolah unggul, hingga Sekolah Rakyat.
Sepanjang 2026, Pemprov Banten telah meresmikan tujuh unit sekolah baru yang terdiri atas dua SMA, empat SMK, dan satu Sekolah Khusus (SKh). Total daya tampung sekolah tersebut mencapai 1.356 siswa.
Pemprov Banten juga menjalankan Program Sekolah Gratis bagi siswa SMA, SMK, dan SKh swasta untuk membantu masyarakat mengakses pendidikan menengah tanpa terkendala biaya.
Pada tahun ajaran 2025/2026, program tersebut menjangkau 60.705 siswa di 801 sekolah. Sementara pada tahun ajaran 2026/2027, jumlah penerima manfaat tercatat 59.697 siswa di 782 sekolah.
Selain itu, Pemprov Banten menetapkan empat satuan pendidikan sebagai Sekolah Menengah Atas Unggul Garuda Transformasi. Keempatnya adalah SMA Labschool Cirendeu dan SMA Swasta Kharisma Bangsa di Kota Tangerang Selatan, serta SMAN CMBBS dan MAS Ibad Ar Rahman di Kabupaten Pandeglang.
Pemerataan pendidikan bagi masyarakat prasejahtera juga dilakukan melalui tujuh Sekolah Rakyat di Banten. Program tersebut mencakup SRMA 33 di Kota Tangerang Selatan, SRMA 34 di Kabupaten Lebak, serta lima Sekolah Rakyat Terintegrasi yang tersebar di Kabupaten Lebak, Serang, Pandeglang, dan Tangerang.
Cakupan JKN di Banten Capai 98 Persen
Di sektor kesehatan, Pemprov Banten berupaya memperluas akses layanan dan meningkatkan pemerataan fasilitas, terutama di wilayah selatan.
Andra Soni turut memaparkan capaian Banten dalam meraih Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 kategori Pratama. Berdasarkan data 2025, cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Banten mencapai 98 persen, dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 80 persen.
Pemprov Banten juga memperkuat layanan kesehatan rujukan melalui sejumlah rumah sakit daerah. Selain RSUD Banten, masyarakat di wilayah selatan dapat mengakses layanan di RSUD Muhammad Irsyad Djuwaeli di Labuan dan RSUD Uwes Qorny di Cilograng.
Untuk mengatasi kendala geografis, Pemprov Banten turut menghadirkan layanan klinik keliling (mobile clinic) dan telemedisin (telemedicine).
“Prinsip pembangunan Banten adalah adil dan merata. Karena itu, penguatan layanan kesehatan perlu berjalan seiring dengan perluasan akses, peningkatan kualitas, dan pemerataan fasilitas,” tegas Andra.
Andra berharap kegiatan Visitasi Kepemimpinan Nasional yang berlangsung pada 15-17 Oktober 2026 tersebut tidak hanya menjadi ajang observasi, tetapi juga menghasilkan pertukaran gagasan yang bermanfaat bagi pembangunan daerah.
“Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi antarlembaga pemerintahan, khususnya dalam pengembangan kapasitas kepemimpinan dan peningkatan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat,” pungkasnya. (Red/Ris)





