Kobarnews.id, LEBAK – Sebanyak 2.488 anak Raudhatul Athfal (RA) dari Kabupaten Lebak mengikuti peragaan manasik haji di Kabupaten Pandeglang. Kegiatan ini digelar Pimpinan Daerah Ikatan Guru Raudhatul Athfal (PD IGRA) Kabupaten Lebak.
Peragaan manasik haji tersebut berlangsung di Wisata Air Tirta Persada DM Mandalawangi, Pandeglang, Selasa (29/9/2026). Kegiatan mengusung tema “Petualangan Anak Sholeh & Solehah Menuju Baitullah”.
Sebanyak 118 lembaga RA dari sembilan kecamatan di Lebak mengikuti kegiatan tersebut. Peserta berasal dari Kecamatan Rangkasbitung, Kalanganyar, Cibadak, Warunggunung, Sajira, Cipanas, Cikulur, Maja, dan Cimarga.
Sejumlah pejabat dan pengurus IGRA turut hadir, di antaranya Kepala Kantor Kemenag Lebak Badrusalam, Kasi Penma Slamet, Ketua Pokjawas Nuryahya, Ketua PW IGRA Provinsi Banten Teti Zahrotul Hayat, serta Ketua PD IGRA Kabupaten Lebak Wawat Yuliawati.
Ajarkan Ibadah Haji Sejak Dini
Ketua PD IGRA Kabupaten Lebak Wawat Yuliawati mengatakan manasik haji menjadi sarana pembelajaran keagamaan bagi anak melalui praktik secara langsung.
“Alhamdulillah, kegiatan Peragaan Manasik Haji RA Kabupaten Lebak tahun ini diikuti oleh 118 lembaga dengan jumlah peserta 2.488 anak dari sembilan kecamatan,” kata Wawat.
Menurutnya, anak-anak tidak hanya diperkenalkan dengan tahapan ibadah haji. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana menanamkan nilai keislaman, kedisiplinan, kebersamaan, dan kesabaran sejak usia dini.
“Bukan hanya memperkenalkan rangkaian ibadah haji, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai keislaman, kedisiplinan, kebersamaan, kesabaran, dan kecintaan kepada Allah SWT serta Baitullah,” ujarnya.
Kepala Kantor Kemenag Lebak Badrusalam mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Dia menilai praktik manasik dapat memberikan pengalaman pembelajaran agama kepada anak sejak dini.
“Terima kasih kepada seluruh panitia, khususnya PD IGRA Kabupaten Lebak, yang telah menyelenggarakan kegiatan Peragaan Manasik Haji ini. Kegiatan seperti ini sangat baik untuk memberikan pembelajaran keagamaan kepada anak-anak sejak usia dini,” ungkap Badrusalam.
Dia mengatakan haji merupakan rukun Islam yang kelima. Karena itu, pengenalan tata cara ibadah haji sejak dini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan anak terhadap ajaran Islam.
“Semoga melalui kegiatan ini anak-anak kita dapat mengenal dan memahami rangkaian ibadah haji dengan cara yang menyenangkan,” harapnya.
Anak-anak Praktik Tawaf dan Sa’i
Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Lebak Slamet mengatakan kegiatan tersebut merupakan pembelajaran melalui praktik. Anak-anak dikenalkan dengan berbagai tahapan ibadah haji, termasuk tawaf dan sa’i.
“Hari ini kita belajar manasik, latihan. Mudah-mudahan nanti ketika sudah dewasa bisa berangkat haji,” tuturnya.
Ketua PW IGRA Provinsi Banten Teti Zahrotul Hayat turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Dia berharap peragaan manasik haji dapat terus digelar dan melibatkan lebih banyak lembaga RA.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan pengalaman dan pembelajaran yang bermakna bagi anak-anak,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan Humas Kemenag Lebak, para siswa mengikuti rangkaian manasik dengan antusias. Mereka mengenakan pakaian ihram, mengenal miniatur Ka’bah, serta mempraktikkan tawaf, sa’i dan rangkaian manasik lainnya.
Para orang tua juga turut mendampingi anak-anak selama kegiatan. Suasana edukatif dan religius mewarnai peragaan manasik haji RA Kabupaten Lebak 2026. (Red/Dian)




