Kobarnews.id, SERANG – Polsek Pamarayan bersama Muspika Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang, mengecek lokasi pengolahan kotoran ayam di Kampung Rukem, Desa Mander. Pengecekan dilakukan setelah warga mengeluhkan bau menyengat dari aktivitas pengeringan limbah tersebut.
Pengecekan dilakukan pada Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Petugas mendatangi lokasi penjemuran limbah yang dikelola oleh Samani.
Keluhan warga muncul karena aroma tidak sedap disebut kerap tercium hingga permukiman. Bau tersebut bergantung pada arah angin dan kondisi cuaca.
“Baunya kadang sangat menusuk hidung, apalagi kalau cuaca sedang panas atau angin berembus ke arah permukiman. Kami sangat berharap ada solusi dari pihak desa maupun dinas terkait,” ujar salah seorang warga kepada wartawan, Minggu (27/9/2026).
Kapolsek Pamarayan AKP Yusup Ependi mengatakan bahan baku yang dijemur di lokasi tersebut berasal dari PT Gizindo Sejahtera Jaya Farm Mander. Perusahaan tersebut merupakan peternakan ayam petelur yang menggunakan sistem automation close house dan memproduksi telur dengan merek Fiesta Fresh Egg.
“Untuk sementara kami melakukan pengecekan lokasi dan meminta keterangan terkait aktivitas pengolahan limbah tersebut,” kata Yusup.
Menurut dia, persoalan regulasi dan kelayakan lingkungan selanjutnya akan dikoordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang serta instansi terkait.
“Kami tidak ingin mengambil kesimpulan sepihak sebelum ada pemeriksaan dari pihak yang berwenang. Karena itu, kami menyarankan pengelola segera berkoordinasi dengan DLH agar persoalan ini clear, transparan, dan ada kejelasan bagi masyarakat,” tegasnya.
Pihak pengelola disebut bersikap kooperatif. Pengelola juga menyatakan siap mengikuti arahan dari dinas teknis, termasuk menghentikan sementara kegiatan apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya pencemaran yang berdampak terhadap permukiman warga.
Polsek Pamarayan dan Muspika Kecamatan Bandung selanjutnya akan berkoordinasi dengan DLH untuk memastikan aspek perizinan serta standar pengelolaan limbah di lokasi tersebut. (Red/Oyo)



