Kobarnews.id, SERANG – Usia Kabupaten Serang memasuki 500 tahun. Namun, di tengah persiapan perayaan setengah milenium itu, Pemkab Serang masih punya pekerjaan rumah dalam memastikan informasi pembangunan benar-benar sampai ke pelosok desa.
Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfo) Kabupaten Serang mengakui penyebaran informasi program pemerintah belum sepenuhnya menjangkau masyarakat di wilayah terdalam.
Kepala Bidang Diskominfo Kabupaten Serang, Jajuli, mengatakan luasnya wilayah menjadi tantangan tersendiri. Kabupaten Serang terdiri dari 29 kecamatan dan 316 desa.
“Walaupun belum 100 persen tersampaikan, upaya ini terus kami lakukan secara maksimal. Kami akui, sampai sejauh ini belum cukup efektif menjangkau pelosok desa yang terdalam,” ujar Jajuli, Selasa (29/9/2026).
Menurut dia, Diskominfo telah menggunakan berbagai kanal untuk menyebarkan informasi pemerintah. Mulai media sosial resmi, Radio Serang Gawe FM, Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) di tingkat desa, hingga Tim Penggerak Pemberdayaan Masyarakat Desa (TPMD).
Bahkan, penyebaran informasi dilakukan melalui grup WhatsApp hingga tingkat rukun tetangga (RT).
Namun, efektivitasnya belum dapat diukur secara maksimal. Salah satu kendalanya adalah belum tersedia instrumen khusus untuk mengukur tingkat partisipasi dan serapan informasi masyarakat.
“Kendalanya karena kami belum memiliki instrumen khusus untuk mengukur tingkat partisipasi dan serapan warga terhadap program-program yang dicanangkan,” katanya.
Siapkan Visualisasi Sejarah
Di sisi lain, Diskominfo tengah mematangkan agenda untuk memeriahkan Hari Jadi ke-500 Kabupaten Serang yang jatuh pada 8 Oktober 2026.
Salah satu yang disiapkan adalah visualisasi selayang pandang sejarah Kabupaten Serang. Materi sejarah tersebut akan ditampilkan setelah sidang paripurna di Gedung Sekretariat DPRD Kabupaten Serang.
Tak hanya itu. Perayaan HUT ke-500 juga akan diramaikan dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah pihak.
Jajuli mengatakan sejumlah OPD telah mengusulkan kategori penghargaan. Di antaranya pemenang lomba logo HUT ke-500 Kabupaten Serang, ASN terbaik, Kang Nong dari Dispora, kepala desa terbaik dan sejumlah kategori lainnya.
“Untuk detail pastinya belum kami ketahui menyeluruh, karena hampir semua OPD mengajukan usulan penghargaan,” ungkapnya.
Kominfo Gandeng Media
Jajuli mengatakan Diskominfo juga akan mengevaluasi dan menyempurnakan konten pada kanal resmi pemerintah daerah. Tampilan visual akan dibuat lebih menarik agar informasi lebih mudah diterima masyarakat.
Tak menutup kemungkinan, Diskominfo menggandeng media independen untuk memperluas jangkauan informasi.
“Solusinya, ke depan kami akan melakukan penyempurnaan. Kami juga membuka kemungkinan untuk membangun kemitraan strategis dengan media independen,” jelasnya.
Kemitraan tersebut, kata Jajuli, nantinya tetap melalui pola seleksi dari Diskominfo Kabupaten Serang.
Tujuannya agar informasi mengenai program pemerintah dapat dikemas lebih menarik, cepat, dan mudah dipahami masyarakat.
Barjas Jadi Perhatian
Dalam momentum Hari Hak untuk Tahu Sedunia atau International Right to Know Day, Pemkab Serang disebut tidak menggelar seremoni khusus.
Meski begitu, Jajuli memastikan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) pada setiap OPD tetap menjalankan tugas pelayanan informasi kepada masyarakat sesuai aturan.
Dia mengakui masih terdapat dinamika dalam permohonan informasi. Salah satu yang paling banyak menjadi perhatian masyarakat adalah informasi terkait pengadaan barang dan jasa (Barjas).
“Kendalanya di situ, mayoritas warga ingin tahu soal pengadaan barang dan jasa, dan kadang ada miskomunikasi. Tapi solusinya pasti ada, kami selalu mengembalikan dan mengacu kepada ketentuan serta aturan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Lawan Hoaks, Hadapi Mutasi
Selain tantangan eksternal, Diskominfo Kabupaten Serang juga menghadapi persoalan internal berupa rotasi dan mutasi SDM.
Pergantian personel membuat proses transfer pengetahuan kepada pegawai baru harus dilakukan dengan cepat agar pekerjaan tidak terganggu.
Sementara untuk menghadapi derasnya arus informasi palsu, Diskominfo mengandalkan edukasi literasi digital.
Program tersebut menyasar Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) dan Kelompok Informasi Siswa (KIS).
“Kami punya program unggulan yaitu Pelatihan dan Edukasi Literasi Digital bagi KIM serta KIS guna mencegah dan menangkal hoaks sejak dini,” kata Jajuli.
Dia menambahkan, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Serang H Surtaman memberikan perhatian khusus terhadap program tersebut.
“Pak Surtaman sangat concern dan memberikan perhatian khusus, sehingga program penangkalan hoaks ini efektif berjalan di lapangan,” pungkasnya.
Diskominfo Kabupaten Serang, lanjut Jajuli, akan terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Edukasi masyarakat dinilai penting agar kemajuan teknologi tidak justru menimbulkan dampak negatif. (Red/Oyo)




