KOBARNEWS.ID, LEBAK – Jalan Tol Serang-Panimbang ruas Rangkasbitung-Cikulur-Cileles sepanjang 24,17 kilometer mulai memasuki tahap Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO). Ruas tol ini tengah diperiksa dari sisi teknis, keselamatan, keamanan hingga kesiapan layanan sebelum nantinya dioperasikan.
Direktur Utama PT Wijaya Karya Serang Panimbang (WSP) Puspita Anggraeni mengatakan tahap ULFO menjadi bagian penting sebelum ruas tol digunakan masyarakat.
“Memasuki tahap ULFO merupakan tonggak penting bagi WSP dan masyarakat Banten. Fokus kami bukan sekadar menyelesaikan pembangunan jalan, tetapi memastikan ruas ini benar-benar siap memberikan layanan yang aman, andal, dan nyaman,” kata Puspita, Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, sejumlah aspek mulai dari teknis, keselamatan, fasilitas operasi hingga pelayanan akan diperiksa untuk memastikan seluruhnya sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku.
Jika nantinya beroperasi, ruas Rangkasbitung-Cikulur-Cileles diharapkan memperkuat konektivitas Kabupaten Lebak dengan wilayah lain di Banten hingga Jabodetabek.
Akses menuju kawasan Banten Selatan juga diharapkan menjadi lebih mudah.
Puspita menyebut keberadaan tol tidak hanya berkaitan dengan mobilitas kendaraan. Infrastruktur tersebut juga diharapkan memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi di sepanjang koridor tol.
“Konektivitas ini harus membuka akses pasar, memperlancar logistik, mendukung pariwisata, dan menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut WSP, peningkatan konektivitas berpotensi mendorong sejumlah sektor, mulai dari distribusi logistik, pariwisata hingga investasi dan kegiatan ekonomi baru.
Jalan Tol Serang-Panimbang sendiri dikembangkan sebagai bagian dari jaringan jalan tol di Banten. Jalan ini terhubung dengan jaringan Tol Trans Jawa melalui koridor Tangerang-Merak.
Secara bertahap, keberadaan tol tersebut ditujukan untuk memperkuat konektivitas dari kawasan Jabodetabek dan Banten Utara menuju Banten Tengah hingga Banten Selatan.
WSP juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Lebak, aparat keamanan, mitra kerja serta masyarakat yang mendukung pembangunan dan persiapan pengoperasian ruas tersebut. (Red)




