kobarnews.id
Sabtu, 24 Oktober 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Kabupaten Pandeglang
  • Banten
  • Lebak
  • Kabupaten Lebak
  • Rangkasbitung
  • Pemkab Lebak
  • Wisata Pandeglang
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
EkbisTekno

TKDN Mobil Listrik 60 Persen Mulai 2027, Seberapa Siap Toyota?

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
4 Oktober 2026
Bagikan
4 menit baca
Mobil listrik Toyota. Pengembangan kendaraan elektrifikasi terus berjalan di tengah dorongan peningkatan TKDN di Indonesia./sumber foto Instagram @mobillistrik.id
Bagikan

KOBARNEWS.ID, JAKARTA — Industri kendaraan listrik di Indonesia menghadapi tantangan baru. Produsen kendaraan listrik dituntut meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) hingga 60 persen pada 2027.

Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara mengatakan, produsen yang ingin memanfaatkan insentif pemerintah sudah mengetahui kewajiban peningkatan TKDN tersebut sejak awal.

Menurut Kukuh, agen pemegang merek (APM) kendaraan listrik perlu menyiapkan fasilitas produksi di dalam negeri. Namun, target tersebut menjadi tantangan, terutama bagi merek yang baru masuk ke pasar Indonesia.

“Kalau mau masuk itu kan, berdasarkan aturan yang ada, memang itu berat. Kalau tahun depan, ya Anda harus ikut yang [TKDN] 60 persen,” ujar Kukuh, dikutip Kamis (1/10/2026).

- Advertisement -
Ad image

Kukuh mengatakan, kondisi pasar dan volume penjualan juga dapat memengaruhi rencana investasi produsen. Meski demikian, ketentuan TKDN tetap harus dipenuhi sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga:

DLH Kota Serang Akui Minim Awasi Panglong Kayu yang Bakar Limbah di Kasemen
Polsek Kasemen Gencarkan Program Poliran, Cetak Wirausaha Mandiri
K-TRACK Kenalkan Kopi Banten, Siapkan Wisata Edukasi dari Hulu ke Hilir
Jadwal Pemadaman Listrik Lebak dan Pandeglang Hari Ini, 21 Oktober 2026

Persaingan kendaraan listrik di Indonesia sendiri semakin ramai. Sejumlah merek baru seperti BAW, Changan, iCar, Leapmotor, Solarky dan Zeekr mulai masuk pasar pada 2026. Di kendaraan komersial, Farizon dan SAG juga ikut meramaikan persaingan.

Pertumbuhan pasar terlihat dari penjualan battery electric vehicle (BEV). Data Gaikindo mencatat penjualan wholesales BEV mencapai 101.171 unit sepanjang Januari-Agustus 2026, naik 97,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 51.191 unit.

Sejumlah produsen juga mulai memperkuat produksi lokal. BYD tengah membangun pabrik di Subang, Jawa Barat, dengan kapasitas 150.000 unit per tahun dan investasi sekitar Rp16 triliun. Sementara Wuling telah lebih dulu memiliki fasilitas produksi di Cikarang.

Baca Juga:

Cara Mengambil Nomor Antrean Online BPJS Ketenagakerjaan via Lapak Asik
Kia All-New Carens Hadir dengan Desain Modern, Ini Fitur dan Spesifikasinya
I Love Emas Layani Jual Emas Rusak dan Tanpa Surat, Begini Caranya
Apple Ungkap Kapasitas Baterai iPhone Duo, Lebih Besar dari iPhone 18 Pro

Adapun Chery, Geely, BAIC dan Jetour masih memanfaatkan fasilitas perakitan PT Handal Indonesia Motor (HIM).

- Advertisement -
Ad image

Toyota Masih Evaluasi

Di tengah tuntutan peningkatan TKDN, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) masih mengkaji kesiapan fasilitas produksinya untuk mencapai kandungan lokal 60 persen pada 2027.

Wakil Presiden Direktur TMMIN I Nyoman Winaya mengatakan Toyota sedang mengevaluasi sejumlah aspek produksi sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan.

- Advertisement -
Ad image

“Kami masih terus melakukan kajian terkait target tersebut, termasuk berdiskusi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan yang lain, serta melihat kesiapan dan berbagai aspek yang diperlukan untuk dapat memenuhinya,” kata Nyoman.

Saat ini Toyota telah merakit mobil listrik bZ4X di Karawang, Jawa Barat. Berdasarkan data P3DN Kementerian Perindustrian, mobil tersebut memiliki TKDN 40 persen dan menggunakan baterai lithium-ion berkapasitas 73,1 kWh.

Baca Juga:

Job Fair Lebak 2026 Ditiadakan, Disnaker Sebut Perusahaan Belum Siap
BSI Perkuat Pasar Keuangan Syariah Lewat Kerja Sama dengan 16 Bank
Hari Kebudayaan 2026 Digelar di Banten, Angkat Seni Tradisi hingga UMKM Budaya
Lebak Promosikan Produk UMKM Unggulan di Festival Budaya Kota Tua Jakarta

Toyota juga telah menjual bZ4X produksi lokal dengan harga mulai Rp799 juta. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan versi impor utuh atau completely built up (CBU) dari Jepang yang sebelumnya mencapai sekitar Rp1,2 miliar.

Untuk memperbesar kandungan lokal, TMMIN juga memperkuat rantai pasok komponen kendaraan listrik. Salah satunya melalui kerja sama dengan produsen baterai asal China, Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL).

Toyota menyiapkan investasi sekitar Rp1,3 triliun untuk pengembangan ekosistem kendaraan listrik, termasuk rantai pasok baterai dari sektor hulu hingga hilir.

Meski telah bekerja sama dengan CATL, Toyota belum mengungkap secara rinci kapan baterai produksi lokal akan digunakan pada kendaraan yang dipasarkan di Indonesia. Perusahaan menyatakan detail implementasinya akan disampaikan pada waktu yang tepat. (Red)

Ditulis dari berbagai sumber 

TAGGED:Mobil ListrikOtomotifTKDNToyota
Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Di Balik ‘Rumah Mamah’, Jejak Suyudi Ario Seto dan Keluarganya di Pandeglang
Selanjutnya Jelang HUT ke-26 Banten, Gubernur Andra Soni Silaturahmi ke Ulama Banten Lama
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

2 Tahun Prabowo-Gibran, KAMMI Serang Raya Soroti MBG hingga Karhutla

Beasiswa Santri Lebak Rp 1 Miliar, 100 Santri Dapat Rp 1 Juta per Bulan

Bupati Lebak Ajak Warga Awasi Kualitas Pembangunan Jalan Lingkungan Senilai Rp 3,8 Miliar

Kapolres Lebak Pimpin Green Policing, Tanam Pohon di Muncang

3.592 Kasus TBC Ditemukan di Lebak, Dinkes Gencarkan Tracing hingga Desa

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah Inspirasi

Kenang Wisuda Bareng Mendiang Ibu, Andra Soni Pulang ke Kampus

Daerah Ekbis

Antisipasi Gagal Panen saat Musim Hujan, Mulyadi Jayabaya Temui Airlangga

Daerah Ekbis

Tak Cuma Wisata, Curug Goong Pandeglang Bisa Jadi Tempat Kumpul Komunitas

Daerah Ekbis

Bekali Pelajar Kelola Uang Sejak Dini, Bank Banten Ajak Siswa SMA Cerdas Finansial

Daerah Ekbis

Diskomsantik Pandeglang Rapikan Kabel Fiber Optik di Alun-alun

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Inspirasi
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Ekbis
  • Politik
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com