kobarnews.id
Kamis, 8 Oktober 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Banten
  • Kabupaten Pandeglang
  • Lebak
  • Kabupaten Lebak
  • Rangkasbitung
  • Pemkab Lebak
  • LapasCibinong
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
EkbisTekno

TKDN Mobil Listrik 60 Persen Mulai 2027, Seberapa Siap Toyota?

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
4 Oktober 2026
Bagikan
4 menit baca
Mobil listrik Toyota. Pengembangan kendaraan elektrifikasi terus berjalan di tengah dorongan peningkatan TKDN di Indonesia./sumber foto Instagram @mobillistrik.id
Bagikan

KOBARNEWS.ID, JAKARTA — Industri kendaraan listrik di Indonesia menghadapi tantangan baru. Produsen kendaraan listrik dituntut meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) hingga 60 persen pada 2027.

Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara mengatakan, produsen yang ingin memanfaatkan insentif pemerintah sudah mengetahui kewajiban peningkatan TKDN tersebut sejak awal.

Menurut Kukuh, agen pemegang merek (APM) kendaraan listrik perlu menyiapkan fasilitas produksi di dalam negeri. Namun, target tersebut menjadi tantangan, terutama bagi merek yang baru masuk ke pasar Indonesia.

“Kalau mau masuk itu kan, berdasarkan aturan yang ada, memang itu berat. Kalau tahun depan, ya Anda harus ikut yang [TKDN] 60 persen,” ujar Kukuh, dikutip Kamis (1/10/2026).

- Advertisement -
Ad image

Kukuh mengatakan, kondisi pasar dan volume penjualan juga dapat memengaruhi rencana investasi produsen. Meski demikian, ketentuan TKDN tetap harus dipenuhi sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga:

Raker GMPK Banten, Bentuk Tim Kerja Pencegahan Korupsi
Metrologi Awasi Pos dan Jasa Ekspedisi, Konsumen Diminta Dapat Kepastian Layanan
Glamping di Pinggir Sungai Jadi Primadona Curug Goong Pandeglang
Curug Goong Pandeglang Dikunjungi Rata-rata 5.000 Wisatawan Tiap Pekan

Persaingan kendaraan listrik di Indonesia sendiri semakin ramai. Sejumlah merek baru seperti BAW, Changan, iCar, Leapmotor, Solarky dan Zeekr mulai masuk pasar pada 2026. Di kendaraan komersial, Farizon dan SAG juga ikut meramaikan persaingan.

Pertumbuhan pasar terlihat dari penjualan battery electric vehicle (BEV). Data Gaikindo mencatat penjualan wholesales BEV mencapai 101.171 unit sepanjang Januari-Agustus 2026, naik 97,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 51.191 unit.

Sejumlah produsen juga mulai memperkuat produksi lokal. BYD tengah membangun pabrik di Subang, Jawa Barat, dengan kapasitas 150.000 unit per tahun dan investasi sekitar Rp16 triliun. Sementara Wuling telah lebih dulu memiliki fasilitas produksi di Cikarang.

Baca Juga:

Wagub Banten Dorong Perusahaan-Sekolah Bentuk UPZ untuk Perluas Pengumpulan Zakat
Tinawati Andra Soni Kenalkan Tenun Baduy Banten di Kriyanusa 2026
Jangan Asal Isi! Ini BBM yang Cocok untuk Veloz Hybrid dan Zenix Hybrid
Motor Honda Bekas Pindah Tangan? Data Kendaraan Kini Bisa Ditransfer Lewat WANDA

Adapun Chery, Geely, BAIC dan Jetour masih memanfaatkan fasilitas perakitan PT Handal Indonesia Motor (HIM).

- Advertisement -
Ad image

Toyota Masih Evaluasi

Di tengah tuntutan peningkatan TKDN, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) masih mengkaji kesiapan fasilitas produksinya untuk mencapai kandungan lokal 60 persen pada 2027.

Wakil Presiden Direktur TMMIN I Nyoman Winaya mengatakan Toyota sedang mengevaluasi sejumlah aspek produksi sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan.

- Advertisement -
Ad image

“Kami masih terus melakukan kajian terkait target tersebut, termasuk berdiskusi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan yang lain, serta melihat kesiapan dan berbagai aspek yang diperlukan untuk dapat memenuhinya,” kata Nyoman.

Saat ini Toyota telah merakit mobil listrik bZ4X di Karawang, Jawa Barat. Berdasarkan data P3DN Kementerian Perindustrian, mobil tersebut memiliki TKDN 40 persen dan menggunakan baterai lithium-ion berkapasitas 73,1 kWh.

Baca Juga:

BI Banten Gelar Kas Keliling hingga Layanan Kesehatan di Pulau Tunda dan Pulau Panjang
Wali Kota Serang Sambangi Istri Jurnalis Bagus yang Hilang di Selat Sunda
Atap Madrasah Al Falah di Karang Tanjung Diduga Rusak Tergerus Kabel Provider
Google Rayakan Ulang Tahun ke-28, Doodle Bernuansa Nostalgia Muncul di Halaman Utama

Toyota juga telah menjual bZ4X produksi lokal dengan harga mulai Rp799 juta. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan versi impor utuh atau completely built up (CBU) dari Jepang yang sebelumnya mencapai sekitar Rp1,2 miliar.

Untuk memperbesar kandungan lokal, TMMIN juga memperkuat rantai pasok komponen kendaraan listrik. Salah satunya melalui kerja sama dengan produsen baterai asal China, Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL).

Toyota menyiapkan investasi sekitar Rp1,3 triliun untuk pengembangan ekosistem kendaraan listrik, termasuk rantai pasok baterai dari sektor hulu hingga hilir.

Meski telah bekerja sama dengan CATL, Toyota belum mengungkap secara rinci kapan baterai produksi lokal akan digunakan pada kendaraan yang dipasarkan di Indonesia. Perusahaan menyatakan detail implementasinya akan disampaikan pada waktu yang tepat. (Red)

Ditulis dari berbagai sumber 

TAGGED:Mobil ListrikOtomotifTKDNToyota
Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Di Balik ‘Rumah Mamah’, Jejak Suyudi Ario Seto dan Keluarganya di Pandeglang
Selanjutnya Jelang HUT ke-26 Banten, Gubernur Andra Soni Silaturahmi ke Ulama Banten Lama
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Polda Banten Bongkar Dugaan Tambang Tanah Urug di Kasemen

Wagub Dimyati Beber Strategi Ketahanan Pangan Banten ke Peserta Sespimti Polri

Pemprov Banten Gandeng PTPN IV Buka Lapangan Kerja, Warga Lokal Diprioritaskan

Kantor Pengadilan Tinggi Agama Banten di Serang Terbakar, 4 Ruangan Lantai 2 Dilalap Api

Bupati Lebak Minta PGRI Jadi Mitra Strategis, Kawal Kebijakan Pendidikan

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Budaya Daerah

Festival Murak Kadu 2026 Bukan Sekadar Pesta Durian, Kadu Bisa Jadi Mesin Ekonomi Lebak

Daerah Hukum

Truk Tambang Rem Blong Tabrak Perlintasan Kereta di Lebak, Perjalanan KRL Terganggu

Daerah News

Petani Pandeglang Menjerit, Sawah Puso dan Diserang Hama

Nasional News

Ketum DPP KNPI Dukung Kuliah Gratis, Sebut Bisa Cetak SDM Unggul

Daerah Ekbis

Rapimprov Kadin Banten Lebak: UMKM Jangan Bergantung Bantuan, Modal dan Digitalisasi Jadi Kunci

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Inspirasi
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Ekbis
  • Politik
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com